Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. (Istimewa)
JawaPos.com - Pengendara akan dipermudah dalam mengakses informasi jalan tol melalui aplikasi Travoy. Pengembangan teknologi akan diarahkan untuk mencegah dan menangani kecelakaan dengan cepat.
Penguatan ini merupakan kolaborasi antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Jasa Raharja (Persero). Nantinya pengguna jalan tol lebih mudah memperoleh informasi risiko, melaporkan kecelakaan, menemukan rumah sakit terdekat hingga mengakses bantuan darurat secara lebih cepat.
Keuda perusahaan BUMN sudah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Sinergi Pemanfaatan Sumber Daya dan Pengembangan Layanan Keselamatan Jalan Tol Berbasis Digital, di Jakarta.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin. Keduanya sepakat untuk mengoptimalkan aplikasi Travoy dan Aplikasi Jasfren.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono mengatakan, meningkatkan keselamatan berkendara harus diiringi dengan kualitas pelayanan jalan tol. Oleh karena itu, infrastruk saja tidak cukup, perlu ada kemampuan mendeteksi risiko, informasi yang tepat, serta memastikan pengguna memperoleh bantuan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Karena itu, kami terus mendorong penguatan layanan yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika terjadi insiden, tetapi juga pada bagaimana risiko dapat diantisipasi sejak awal,” ujar Rivan, Kamis (3/9).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin mengatakan, pengendara saat ini memiliki kebutuhan terhadap pelayanan yang mudah, cepat, dan terintegrasi.
“Ketika kecelakaan terjadi, korban dan keluarga tidak boleh dibebani dengan kebingungan mencari bantuan atau informasi mengenai layanan yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan akses pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat dalam satu platform yang mudah digunakan,” ujarnya.
Perusahaan menilai, kecepatan penanganan korban kecelakaan sangat krusial dalam menekan potensi bahaya.
“Semakin cepat informasi diterima dan diteruskan kepada pihak yang tepat, semakin besar peluang korban memperoleh penanganan medis secara cepat,” ucapnya.
Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan membuka peluang untuk menghadirkan layanan yang mampu menghubungkan informasi dari lapangan dengan proses penanganan secara lebih cepat dan tepat sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan bagi pengguna jalan.
Sejumlah fitur yang saat ini sedang dikaji untuk diintegrasikan melalui Aplikasi Travoy antara lain informasi rumah sakit terdekat berdasarkan posisi pengguna serta kanal pelaporan kecelakaan dan bantuan darurat.
Dikembangkan pula informasi titik rawan kecelakaan berdasarkan data historis dan analisis keselamatan. Fitur ini nantinya dapat digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengemudi saat mendekati ruas jalan tol dengan tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi.