
Ilustrasi Outlet Kimia Farma
JawaPos.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk mencatat laba bersih Rp 123,6 miliar pada kuartal I 2026, berbalik dari rugi Rp 126,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam mengatakan, capaian tersebut mencerminkan hasil restrukturisasi keuangan dan transformasi bisnis yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir.
“Capaian di kuartal I 2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa langkah-langkah transformatif yang kami ambil kini mulai membuahkan hasil,” ujar Djagad berdasarkan keterangannya, Jakarta, Kamis.
Perseroan mencatat pertumbuhan laba kotor sebesar 11,06 persen menjadi Rp 824,8 miliar dibandingkan Rp 742,6 miliar pada kuartal I 2025, didorong efisiensi beban pokok penjualan melalui perbaikan rantai pasok.
Kinerja operasional juga menguat dengan EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) sebesar Rp 153,8 miliar atau tumbuh 61,29 persen dibandingkan Rp 95,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Djagad menyebut keberhasilan pembalikan kinerja tersebut ditopang oleh penataan struktur organisasi dan sumber daya manusia, serta peningkatan efisiensi operasional.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa dukungan pemegang saham melalui Bio Farma dan Danantara Asset Management turut memperkuat stabilitas likuiditas perusahaan dan mempercepat restrukturisasi utang.
Ia menyebut, perseroan menjalankan transformasi bisnis melalui penguatan enam pilar utama, yakni ketahanan modal kerja, penguatan kompetensi SDM, digitalisasi proses bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, dan sinergi antar entitas grup.
Di sisi bisnis, Kimia Farma juga melakukan penajaman portofolio produk dengan mendorong pengembangan produk bermargin lebih tinggi, sekaligus tetap menjaga penyediaan obat untuk program pemerintah guna mendukung akses layanan kesehatan masyarakat.
Namun, Djagad mengatakan, perusahaan tetap mewaspadai dinamika global yang berpotensi meningkatkan biaya produksi, terutama akibat kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
“Perseroan telah mengantisipasi melalui penguatan efisiensi biaya, optimalisasi portofolio produk, serta pengelolaan risiko nilai tukar melalui diversifikasi pemasok dan peningkatan penggunaan bahan baku lokal,” ungkap dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022