
Kepala LNSW Oza Olavia di Jakarta, Kamis (4/12). (Muhtamimah/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat pengawasan kepabeanan dan cukai. Langkah ini ditujukan agar proses monitoring jalur ekspor impor bisa dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Dia ingin Lembaga National Single Window (LNSW) Kemenkeu menjadi pusat intelijen berbasis teknologi informasi yang mampu memantau seluruh aktivitas ekspor impor.
Menanggapi hal tersebut, Kepala LNSW Oza Olavia menegaskan bahwa penerapan teknologi, termasuk AI, harus dapat meningkatkan kepatuhan para pengguna jasa. Menurut dia, fokus pemerintah bukan sekadar mendorong penerimaan negara, tetapi juga memastikan pelaku usaha mengisi dokumen dan data dengan benar untuk mencegah praktik underinvoicing.
"Dengan upaya yang dilakukan antar kementerian/lembaga, kita ingin memastikan tingkat kepatuhan pengguna jasa semakin tinggi," kata Oza dalam Agenda Pengelolaan LNSW dalam rangka optimalisasi kinerja APBN di Jakarta, Kamis (4/12).
Oza menambahkan, pemanfaatan AI nantinya tidak langsung diarahkan pada deteksi underinvoicing karena hal tersebut merupakan kewenangan utama Bea Cukai. Terkait wacana integrasi AI antara Bea Cukai dan LNSW, Oza menyatakan hal itu masih membutuhkan analisa-analisa.
Bea Cukai, kata dia, membutuhkan analisis mendalam dalam pemeriksaan fisik maupun dokumen, termasuk terkait tarif, klasifikasi, dan nilai pabean. Dia menyebutkan bahwa ada kemungkinan sistem AI Bea Cukai terhubung dengan LNSW, namun juga bisa berjalan terpisah sesuai kebutuhan.
"Tapi pastinya kalau untuk kerangka dalam custom clearance-nya harusnya tidak ada hubungan langsung dengan LNSW," terangnya.
Selain itu, Oza menilai arahan Menkeu untuk memperkuat peran intelijen LNSW sangat relevan dengan tantangan integrasi sistem yang melibatkan 29 kementerian/lembaga. Perbedaan tingkat kemampuan IT menjadi hambatan yang harus diatasi melalui koordinasi intensif.
Oza menambahkan, LNSW juga terhubung dengan port net serta komunitas pelabuhan dan bandara sehingga interoperabilitas sistem menjadi kunci efisiensi proses bisnis. "Yang diharapkan Pak Menteri adalah sistem yang andal, saling terkoneksi, dan mampu memberikan alur yang tertata dengan baik. Dengan begitu, pengawasan dan tata kelola bisa semakin optimal," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022