
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (17/4). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Teknologi Internet of Things (IoT) dimanfaatkan untuk budidaya ikan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Teknologi ini terbukti meningkatkan produksi ikan nila hingga 40 persen.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengatakan, pemanfaatan teknologi IoT dalam budidaya perikanan termasuk pada salah satu bentuk digitalisasi yang langsung menyentuh masyarakat.
“Ini adalah bentuk pemanfaatan digitalisasi yang langsung diterapkan dalam use case di lapangan oleh para pembudidaya Ikan Nila,” kata Meutya dalam Panen Raya Ikan Nila di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Cipancur Cimahi Farm Feed, Kabupaten Sukabumi, dikutip Jumat (17/10).
Bahkan, melalui program fasilitasi pemanfaatan teknologi digital sektor perikanan budidaya, pemerintah memberikan bantuan sebanyak 60 perangkat IoT Microbubble Aerator kepada 8 Pokdakan di 8 desa dan 4 kecamatan di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Alat ini bisa meningkatkan kadar oksigen pada kolam budidaya hingga 60 persen dan menghemat pemakaian listrik hingga 40 persen jika dibandingkan dengan kincir air konvensional.
Kabupaten Sukabumi sendiri dipilih sebagai target program yang dimulai pada awal tahun ini. Hal ini lantaran Sukabumi termasuk salah satu kabupaten penghasil ikan nila terbesar di Provinsi Jawa Barat.
Menurut Meutya, penggunaan alat IoT ini juga memberikan kemudahan kepada para pembudidaya ikan lantaran kemampuannya dalam memantau parameter-parameter penting dalam kolam budidaya, seperti kadar oksigen dan suhu.
"Ibu-ibu bisa ngurus anak juga sambil memantau bagaimana kondisi kolam-kolam ikan nilanya. Adanya koneksi internet membuat Bapak/Ibu bisa melihat kadar oksigen, suhu, dan sebagainya hanya dari ponsel," jelasnya.
Meutya mengungkapkan bahwa program ini termasuk pada bukti satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama pada para pembudidaya ikan.
Tak hanya itu, dia juga mengajak para pelaku startup untuk menciptakan inovasi dalam sektor-sektor yang menjadi prioritas pemerintah, seperti di bidang ketahanan pangan.
"Ketahanan pangan jadi salah satu yang kita fokuskan. Bagaimana menggunakan teknologi seperti IoT dan kecerdasan artifisial untuk mendukung program-program Asta Cita Bapak Presiden," tandasnya.
Sementara itu, teknologi IoT Microbubble Aerator merupakan teknologi IoT yang membantu menghasilkan gelembung berukuran mikro. Hal ini untuk meningkatkan unsur oksigen terlarut dan kualitas air.
Program ini sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan startup digital Banoo.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
