Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Agustus 2025 | 19.49 WIB

Kopi Indonesia Dikenai Tarif Impor AS, Pembeli Amerika yang Kelabakan

Barista tengah menyiapkan minuman kopi di kedai kopi ternama, menggambarkan tingginya permintaan kopi berkualitas di Amerika Serikat. (Dok. stablediffusionweb.com)

JawaPos.com - Amerika Serikat resmi memberlakukan tarif impor 19 persen untuk kopi asal Indonesia sejak 7 Agustus lalu. Namun, kebijakan ini dinilai pelaku industri justru akan membuat pembeli di Negeri Paman Sam pusing tujuh keliling, bukan produsen kopi Tanah Air.

Menurut laporan dari Jakarta Globe, kopi termasuk salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang kini terkena imbas langsung kebijakan tersebut. Meski begitu, eksportir tanah air tetap percaya diri menatap pasar global.

Pasalnya, Amerika Serikat sebagai negara dengan konsumen kopi terbesar dunia, tidak memproduksi kopi di dalam negeri. Seluruh kebutuhan mereka sepenuhnya dipasok negara produsen seperti Brasil, Vietnam, Kolombia, dan Indonesia.

"Semua kopi yang mereka minum itu impor. Seharusnya tarif ini tidak pernah ada dan idealnya nol persen," ujar Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Pranoto Soenarto, dikutip dari wawancaranya dengan B-Universe Media Holdings.

Pranoto mengungkapkan, tim perunding kebijakan perdagangan AS bahkan telah mengirim surat kepada Donald Trump tiga pekan lalu agar kopi tidak dimasukkan dalam daftar barang yang dikenai tarif. Ia juga mengingatkan bahwa Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mendorong penerapan tarif nol persen untuk produk yang tidak diproduksi domestik.

Walau harga kopi di pasar AS kemungkinan naik, Pranoto optimistis pembeli tetap akan mencari kopi Indonesia, terutama arabika Sumatra yang menjadi andalan roaster Amerika.

"Mereka tetap akan bayar pajak itu karena tidak bisa menggantikan rasa dan kualitas yang kami hasilkan," tegasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekspor kopi Indonesia melonjak 76,33 persen pada 2024 menjadi 1,6 miliar dolar AS. AS menjadi pasar utama, disusul Mesir, Malaysia, dan Belgia. Ekspor ke AS naik dari 36,6 juta ton pada 2023 menjadi 44,3 juta ton pada 2024, dengan nilai ekspor melesat dari 215,5 juta dolar AS menjadi 307,4 juta dolar AS.

Melihat tren tersebut, tarif baru ini tampaknya lebih menjadi masalah bagi konsumen Amerika ketimbang ancaman serius bagi petani dan eksportir kopi Indonesia.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore