
Kapal Pertamina Halmahera merupakan kapal Suezmax untuk mengangkut muatan berupa minyak mentah dan produk serupa lainnya, dengan rute pelayaran internasional.
JawaPos.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) mencetak hattrick dalam satu bulan terakhir, dengan menambah 3 armada tanker baru dalam mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus ekpansi pasar dunia.
Adapun 3 tanker terbaru PIS terdiri dari 1 kapal jenis Suezmax, dan 2 kapal Medium Range (MR) yang masing-masing dinamakan Pertamina Halmahera, PIS Jawa, dan PIS Kalimantan.
Menurut CEO PIS Yoki Firnandi, dalam keterangan resminya, Jumat (5/4) menyatakan bahwa kapal tanker Pertamina Halmahera adalah kapal berukuran Suezmax pertama milik PIS.
"Kapal ini ditujukan untuk rute perdagangan internasional. Kapal ini sudah resmi beroperasi, dan bahkan sudah mendapatkan mitra kerja sama global sebagai penyewa,” ujar Yoki.
Kapal Pertamina Halmahera berbobot kurang lebih 156.000 DWT. Dari sisi bobot dan ukuran, tipe Suezmax masuk tipe terbesar kedua setelah kapal jenis VLCC (Very Large Crude Carrier) yang dimiliki oleh PIS.
Sejak awal tahun 2024, PIS telah agresif melakukan ekspansi bisnis, diawali dengan penambahan 2 armada Very Large Gas Carrier (VLGC) Pertamina Gas Tulip dan Pertamina Gas Bergenia, dilanjutkan dengan pembangunan 15 MR sekaligus di waktu bersamaan.
Pertamina Halmahera merupakan kapal Suezmax yang dimanfaatkan untuk mengangkut muatan berupa minyak mentah dan produk serupa lainnya, dengan rute pelayaran internasional.
Sementara, dua kapal Medium Range (MR) yakni PIS Kalimantan dan PIS Jawa masing-masing berbobot 50.000 DWT. Dua tanker ini disiapkan untuk pelayaran rute internasional dan mengangkut produk bbm seperti Gasoline, Kerosene, Diesel, dan lainnya.
Selain itu, dua kapal ini juga bisa untuk mengangkut produk produk petrokimia, antara lain methanol, ethanol, dan lainnya.
“PIS tentunya berencana untuk lebih ekspansif dengan menambah armada. PIS yang terus bertumbuh di pasar domestik, selaras dengan bertumbuhnya kebutuhan energi di Indonesia. Selain itu perusahaan juga serius menggarap pasar global untuk menjadi pemain bisnis logistik energi yang diperhitungkan,” ujar Yoki.
PIS lebih kencang berlari di tahun ini untuk mengejar target revenue sebesar US$ 9 miliar di 2034 dan memperluas pasar non captive.
“Penambahan armada ini merupakan langkah strategis bagi PIS untuk terus mendorong pertumbuhan. Selain melalui ekspansi dan peremajaan armada untuk bisnis angkutan energi, PIS juga serius mengembangkan lini bisnis lainnya termasuk bisnis terminal energi dan shorebase logistics,” pungkas Yoki.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
