Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Januari 2021 | 04.35 WIB

Perusahaan Peternakan Ayam ini Tawarkan Saham Rp 142-Rp 200 per Lembar

Pekerja saat memberikan pakan burung puyuh di salah satu sentra peternakan di kawasan Citayam, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2020). Peternakan Burung Puyuh SQF Quail Farm Sawangan ini mampu menghasilkan 20.000 butir telur perhari dengan harga jual Rp 350 - Image

Pekerja saat memberikan pakan burung puyuh di salah satu sentra peternakan di kawasan Citayam, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2020). Peternakan Burung Puyuh SQF Quail Farm Sawangan ini mampu menghasilkan 20.000 butir telur perhari dengan harga jual Rp 350

JawaPos.com - Perusahaan di bidang peternakan ayam PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMU) akan melepas sahamnya ke lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui Penawaran Umum Perdana atau Initial Public Offering (IPO). Perseroan melepas sebanyak-banyaknya 5.923.076.900 saham baru ke publik setara dengan sebanyak-banyaknya 35 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor setelah IPO.

"Widodo Makmur Unggas menawarkan harga IPO berkisar antara Rp 142 sampai Rp 200," kata Direktur Utama Widodo Makmur Unggas, Ali Mas'adi dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (6/1).

Bersamaan dengan pelaksanaan Penawaran Umum Perdana, WMU juga akan melakukan penjatahan saham melalui program alokasi saham pegawai atau Employee Stock Allocation (ESA). Dalam program ini, perseroan menjatahkan sebanyak-banyaknya 7,5 persen dari jumlah saham IPO. Selain itu, Perseroan juga memberikan opsi kepemilikan saham oleh manajemen (MSOP) sebanyak-banyaknya 1 persen dari portepel IPO.

Ia menyebut, perseroan akan menggunakan dana IPO sebesar 74,3 persen untuk ekspansi dengan menambah serta memperluas sarana produksi, antara lain untuk pembangunan fasilitas Breeding PS Farm di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Pembangunan fasilitas Layer Commercial Farm di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan fasilitas Hatchery di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa.

Kemudian, untuk pembangunan fasilitas Broiler Commerical Farm di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa. Pembangunan fasilitas Slaughterhouse di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pembangunan fasilitas Feedmill di Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Sementara, sisa dana IPO sebesar 25,7 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan terutama untuk pembelian bahan baku pada Feedmill dan pembelian Ayam Broiler Komersial untuk Slaughterhouse. Peningkatan kapasitas produksi akan berdampak terhadap penetrasi pasar yang lebih baik lagi ke depannya.

"Kami optimistis dapat meraih kesuksesan IPO di tengah pandemi Covid-19," ucapnya.

Sesuai rencana, pernyataan pra-efektif dari Otoritas Jasa Keuangan terbit pada 30 Desember 2020. Penawaran umum perdana pada 7 Januari – 13 Januari 2021. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada 29 Januari 2021. Perseroan menunjuk CIMB Niaga Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, dan Samuel Sekuritas sebagai Joint Lead Underwriters (JLU).

https://youtu.be/to5xvEYNtSM

 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore