
Ilustrasi petani tembakau
JawaPos.com - Pemerintah didesak lebih memperhatikan nasib petani tembakau yang saat ini termarjimalkan. Selain sulit memperoleh akses pendanaan berbunga murah, sulitnya mendapatkan bibit dan pupuk menyebabkan produksi tembakau jauh di bawah target yang diharapkan.
Keluhan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komite Tetap Pengembangan Industri Pertanian Kadin Indonesia dengan Komisi IV DPR RI di Gedung DPR Jakarta, Rabu (24/01).
"Soal kebijakan terhadap petani tembakau, seharusnya sama dengan komoditi lain seperti beras, jagung, dan sebagainya. Cukai rokok kan juga memberi kontribusi yang besar pada negara," kata Komite Tetap Pengembangan Industri Pertanian Kadin, Herman Rachman, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (24/01).
Herman mengeluhkan termarjinalkannya petani tembakau. Bahkan, dari isu yang beredar, katanya, perbankan tidak mau memberikan kredit. Akibatnya, banyak petani tembakau yang terjerat ijon yang berbunga tinggi.
"Mereka seharusnya tidak meminjam dari pengijon saat butuh pupuk dan benih. Karena saat terikat dengan pengijon, produksi tembakau petani akan ditentukan oleh pengijon tadi," bebernya.
Akibatnya, harga jual produksi temakau petani turun drastis. Dari informasi yang diketahuinya, harga bisa turun 30 sampai 40 persen dari harga yang ditetapkan.
"Ini harus jadi perhatian. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian, bisa memberi bantuan-bantuan kepada petani tembakau. Hal ini karena industri tembakau merupakan industri strategis dan dari cukai rokok sendiri, kontribusinya sangat luar bisa," lanjutnya.
Lanjutnya, Herman yang juga sebagai Ketua Umum Perhimpunan Usaha Masyarakat Pertanian Indonesia (Permapi) berharap, pemerintah tidak hanya ingin cukai rokok saja. Namun, petani tembakaunya sendiri dilindungi.
"Kita harap konsisten lah. Cukai diharapkan tapi juga petani dilindungi," tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
