
Ilustrasi gas melon kosong di sejumlah kota besar
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) enggan disalahkan ihwal terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) di sejumlah daerah. Sebab, perseroan telah melaksanakan apa yang telah diamanatkan oleh pemerintah.
External Communication Manager PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, kelangkaan gas melon yang terjadi di beberapa daerah disebabkan karena adanya over demand dari masyarakat. Padahal, seharusnya kebutuhan akan gas melon tidak melebihi kuota yang telah disiapkan oleh perseroan. Hal itu lantaran masyarakat mampu justru lebih banyak yang menggunakan gas elpiji 3 kg.
"Kalau dari kita prinsipnya sesuai ketentuan pemerintah. Kan LPG 3 kg untuk masyarakat miskin, sementara banyak yang tidak miskin menggunakan 3 kg," ujarnya kepada JawaPos.com saat dihubungi, Selasa (5/12).
"Pemerintah kan ada keterbatasan otomatis yang tidak berhak menggunakan maka akan terjadi kelebihan pemakaian," tambahnya.
Untuk itu, dirinya meminta agar masyarakat yang tak berhak agar tidak membeli gas elpiji 3 kg. Sebab, pihaknya telah menyiapkan opsi pengganti gas melon dengan produk Bright Gas yang memiliki volume 5,5 kg dengan harga yang tak terlalu mahal.
"Kalau yang tidak berhak disarankan tidak menggunakan yang 3 kg. Nah, makanya kita siapkan Bright Gas yang nonsubsidi. Kalau yang 12 kg kebutuhan tidak sebesar itu, maka kita siapkan yang 5,5 kg," jelas dia.
Bahkan, sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) telah memberlakukan kebijakan kepada birokratnya agar tidak membeli gas melon. Sebab, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah sepantasnya mereka menggunakan tabung gas yang sesuai kemampuan mereka.
"Pemda sudah mengimbau pegawai PNS untuk tidak menggunakan yang 3 kg. LPG 3 kg untuk rakyat miskin. Kalau enggak, jangan," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
