Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 19.48 WIB

Simalakama Layanan Hemat, Join Kena Potongan Banyak, Nggak Ikut Orderan Sedikit, Driver Grab Ngadu ke DPR

ILUSTRASI Demo ojol (Dok. JawaPos.com) - Image

ILUSTRASI Demo ojol (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Koalisi Ojol Nasional (KON) mengadukan program GrabBike Hemat atau Akses Hemat ke Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI (BAM DPR RI). Mereka meminta layanan ini dihapuskan karena dinilai menjebak dan menambah potongan bagi driver online

"Bayangin, Bu, kita sudah muter-muteran se-Jakarta cuma dapet satu (orderan), Bu. Abis di bensin doang, Bu. Sedangkan kita perlu biaya buat nafkahi anak istri di rumah, Bu. Jadi, saya mohon buat Yang Terhormat Ibu Ketua untuk menyampaikan aspirasi kami, Bu, buat tembusan supaya Akses Hemat ini dihapus saja, Bu," kata Aceng, salah satu driver ojol yang ikut dalam RDPU tersebut, Rabu (23/4).

Dia mengatakan, skema ini mengharuskan driver untuk mendaftar, sehingga bagi yang tidak mendaftar, maka orderan akan berkurang. "Kalau enggak pakai Akses Hemat itu, Bu, kita akan 'dihanyutkan', Bu. Nggak dapet orderan. Kita udah dipotong dari aplikator dan biaya formulir buat pendaftarannya dipotong juga, Bu. Jadi, bingung kita, Bu. Kalau kita nggak pakai, kita nggak dikasih orderan. Kalau kita pakai, dipotong dua kali lipat, Bu," kata Aceng.

Dalam kesempatan yang sama, Joel Sapripto, perwakilan Dewan Presidium Pusat KON, mengungkap kondisi inilah yang melatarbelakangi protes dan aksi unjuk rasa di sejumlah kantor perwakilan Grab di daerah. Protes dilakukan oleh beberapa komunitas ojol seperti Forum Komunitas Driver Online Indonesia (FKDOI) dan Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI).

"Setelah pasca-Lebaran kemarin, muncullah kebijakan baru berupa notifikasi: kalau driver mendapatkan 1-2 orderan, dipotong Rp 3.000. Itu di luar potongan yang 20 persen ya, Pak, ya? Potong lagi Rp 2.000. Kalau dapat di atas 2, potong Rp 8.500. Sampai potongannya itu Rp 20 ribu, Pak. Ini benar. Ini real. Makanya kejadian di Cirebon, Grab digeruduk driver, kalau Bapak tahu beritanya," jelasnya.

Menanggapi keluhan para driver ojol, anggota BAM DPR RI Slamet Ariyadi mendorong regulasi yang komprehensif guna melindungi kesejahteraan pengemudi ojol. "Supaya tidak ada cara mengibuli yang halus itu Pak dengan acara aplikasi hemat dan sebagainya, sehingga dapat mampu meningkatkan tarif ojol yang sesuai dengan harapan Bapak/Ibu sekalian," ungkap Slamet Riyadi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore