Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 April 2025 | 05.35 WIB

Bancassurance Jadi Penyumbang Premi Terbesar Industri Asuransi Jiwa Indonesia

Direktur Bancassurance Great Eastern Life Indonesia (GELI) Sisca Then. (GELI for Jawa Pos) - Image

Direktur Bancassurance Great Eastern Life Indonesia (GELI) Sisca Then. (GELI for Jawa Pos)

JawaPos.com - Industri asuransi jiwa di Indonesia mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2024. Pendapatan premi mencapai Rp 185,39 triliun, meningkat 4,3 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah tertanggung naik 80,1 persen menjadi 154,64 juta orang.

Realisasi data tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi finansial. Namun, masih banyak keluarga yang menghadapi risiko keuangan ketika kehilangan pencari nafkah utama. Dengan klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp 160,07 triliun.

Di sisi lain, inflasi tetap menjadi tantangan dalam perencanaan warisan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi Indonesia pada Desember 2024 mencapai 1,57 persen year-on-year, yang dapat menggerus nilai aset jika tidak direncanakan dengan baik. Dengan laju inflasi yang berkelanjutan, nilai aset yang diwariskan tanpa perencanaan yang matang dapat mengalami depresiasi dari waktu ke waktu.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa kanal bancassurance menjadi penyumbang premi terbesar dalam industri asuransi jiwa. Dengan total pendapatan premi mencapai Rp 81,04 triliun, naik 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian kontribusi bancassurance mencapai sekitar 43,7 persen dari keseluruhan pasar.

"Kinerja positif ini menegaskan posisi bancassurance sebagai kanal distribusi utama yang mampu menjangkau segmen pasar yang luas dan beragam. Selama lima tahun terakhir, meskipun industri menghadapi berbagai tantangan, kanal ini secara konsisten mempertahankan porsi terbesar dari total premi industri, menunjukkan daya tahan dan keunggulan model distribusi ini," kata Direktur Bancassurance Great Eastern Life Indonesia (GELI) Sisca Then kepada Jawa Pos, Kamis (3/4).

Dia menilai produk bancassurance memiliki akses yang luas dan terorganisir melalui jaringan cabang bank rekanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sehingga produk asuransi dapat menjangkau lebih banyak Masyarakat. Selain itu, turut mendukung target inklusi keuangan nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 98 persen pada 2045.

"Masyarakat juga cenderung lebih percaya pada bank sebagai institusi keuangan. Sehingga penawaran asuransi sebagai salah satu alat pendukung pancapaian aspirasi finansial melalui bank lebih mudah diterima dan meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan," imbuhnya.

Menurut Sisca, tren permintaan masyarakat terhadap produk asuransi saat ini semakin beragam. Tergantung pada kebutuhan perlindungan dari masing-masing segmen. Namun secara umum, terlihat peningkatan minat terhadap produk yang memberikan perlindungan kesehatan, penyakit kritis, serta produk yang fleksibel dan sesuai untuk kebutuhan finansial jangka panjang.

GELI bersama OCBC fokus mendorong penjualan solusi asuransi jiwa yang dirancang untuk membantu masyarakat merencanakan warisan dengan lebih baik. Selain itu, melindungi nilai aset dari inflasi serta memberikan kepastian finansial bagi keluarga di masa depan melalui Great Legacy Assurance. Uang pertanggungan juga terus meningkat dan manfaat risiko penyakit terminal (accelerated).

Jika nasabah didiagnosis dengan penyakit terminal, produk asuransi menyediakan 50 persen dari manfaat meninggal dunia hingga maksimal Rp 3 miliar per jiwa. Memberikan dukungan finansial yang signifikan saat kondisi kritis. Memastikan warisan yang direncanakan tetap utuh dan memberikan perlindungan maksimal bagi keluarga.

"Nasabah memiliki opsi pembayaran yang fleksibel, termasuk pembayaran sekaligus atau berkala selama 3 atau 5 tahun, dengan masa asuransi hingga usia 100 tahun, memastikan kenyamanan dalam perencanaan keuangan," jelasnya.

Menurut dia, asuransi jiwa dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) bisa menjadi pilihan untuk memberikan perlindungan finansial. Sekaligus menumbuhkan aset. Menjawab kebutuhan itu, GELI bersama OCBC membuat GREAT Max Pro Assurance.

Produk asuransi jiwa dalam mata uang USD. Yang mana juga memberikan imbal hasil tetap selama 5 tahun pertama. Dengan begitu, membantu nasabah merencanakan keuangan dengan lebih pasti.

Kepala Departemen Agency AAJI Wianto Chen menyatakan, pendapatan premi dari bancassurance masih berpotensi tumbuh tahun ini. Khususnya, bagi perusahaan asuransi jiwa yang memiliki kerja sama dengan bank dalam memasarkan produk asuransi. "Mereka masih punya pasarnya. Selain itu, nasabah juga masih perlu penjelasan dan tatap muka dalam mendapatkan informasi terkait produk asuransi," ujarnya.

Meski demikian, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menuturkan, distribusi bancassurance bagi asuransi jiwa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Baik dari sisi regulasi, pasar, maupun operasional. 
Penting menyampaikan aturan tentang transparansi manfaat dan risiko produk. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mayoritas masyarakat lebih fokus ke instrumen investasi dengan likuiditas tinggi ketimbang asuransi jiwa yang bersifat jangka panjang. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore