Startup lokal Master Bagasi mengirimkan berbagai produk UMKM Indonesia ke penjuru dunia. (Dokumentasi Master Bagasi)
JawaPos.com - Indonesia merupakan negara dengan kekayaan kuliner yang luar biasa. Berbagai kalangan berupaya mengenalkan kuliner khas nusantara ke berbagai belahan dunia. Misi ini bagian dari gastrodiplomasi atau diplomasi perut.
Founder dan CEO Master Bagasi, Amir Hamzah mengatakan, mereka memiliki misi untuk memfasilitasi pengiriman produk khas Indonesia, termasuk kuliner atau makanan ringan (snack) ke penjuru dunia. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan diaspora Indonesia di berbagai negara di dunia, tetapi juga untuk warga masyarakat dunia.
Dia menjelaskan jutaan diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia, merupakan peluang tersendiri untuk membangun ekosistem ekonomi digital sehingga produk asli Indonesia dapat masuk dalam rantai pasar global. Kondisi inilah yang melatar belakangi pendirian Master Bagasi, sebuah startup karya anak bangsa yang memudahkan belanja produk Indonesia untuk dikirim ke luar negeri.
Hamzah menjelaskan, startup yang dia bangun adalah platform Cross Border E- Commerce pertama anak Indonesia yang bertujuan menyebarluaskan produk-produk terbaik asli Indonesia ke seluruh dunia. Selain menjadi wadah jual-beli produk asli Indonesia, juga menyediakan fitur pengiriman barang dari Indonesia ke luar negeri.
"Lewat Master Bagasi, diaspora kini dapat berbelanja produk Indonesia sekaligus mengirimkan barang ke luar negeri dalam satu aplikasi secara mudah," kata Hamzah dalam keterangannya Sabtu (14/9). Dia menambahkan, Master Bagasi menjadi Cross Border E-Commerce Indonesia pertama yang telah diunduh lebih dari 20 ribu kali, baik di App Store maupun Play Store di 110 negara dunia.
Hamzah menjelaskan, berdiri sejak tiga tahun lalu, Master Bagasi telah mengirimkan belasan ribu paket dari ribuan produk terbaik dari ratusan merek asli Indonesia. Bukan hanya produk makanan dan minuman saja, berbagai kerajinan tangan, fashion, hingga produk kecantikan khas Nusantara berhasil menembus di pasar global.
"Kami meyakini produk-produk asal Indonesia sangat berkualitas dan dapat menembus pasar internasional," katanya. Hamzah ingin karyanya itu menjadi jembatan yang bukan hanya menghubungkan diaspora dengan nostalgia kampung halamannya, tetapi juga mengenalkan cita rasa produk asli Indonesia ke berbagai belahan dunia.
Saat ini, aplikasi Master Bagasi juga memiliki fitur keranjang bersama yang dapat membuat harga pengiriman jauh lebih murah. Selain itu, terdapat juga fitur Jelajah Nusantara yang menunjukkan produk-produk UMKM dari seluruh provinsi di Indonesia dan diakomodasi dalam sebuah peta digital interaktif.
"Jika ada yang ingin tahu produk khas Papua misalnya, maka akan muncul aneka produk UMKM dari Papua. Proses pembelian hingga transaksinya juga dibuat dengan sangat mudah dan nyaman dengan pengguna," kata Hamzah.
Hamzah berharap, fitur Jelajah Nusantara tersebut dapat meningkatkan daya saing produk-produk UMKM Indonesia agar berkembang dan naik kelas. Selain itu, produk UMKM tersebut diharapkan dapat juga diterima oleh warga negara asing yang merupakan pasangan, teman atau mitra kerja dari diaspora Indonesia.
"Kami juga berharap menjadi salah satu sarana gastrodiplomasi atau diplomasi perut yang berusaha mengenalkan budaya Indonesia melalui kuliner," tuturnya. Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara dengan makanan terlezat di dunia. Yaitu rendang. Kemudian rawon sebagai sup terenak, serta pisang goreng sebagai kudapan (snack) nomor satu di dunia.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
