Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 17.22 WIB

300 Hektare Lebih Tanaman Padi di Tulungagung Terdampak Kekeringan, 44 Hektare di Antaranya Puso

Sawah tanaman tani padi seluas 221 hektare mengalami puso alias gagal panen. Sebanyak 41 kelompok tani mengajukan klaim asuransi senilai Rp 1,32 miliar. - Image

Sawah tanaman tani padi seluas 221 hektare mengalami puso alias gagal panen. Sebanyak 41 kelompok tani mengajukan klaim asuransi senilai Rp 1,32 miliar.

JawaPos.com - Lebih dari 300 hektare (Ha) tanaman padi di lima kecamatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur terdampak kekeringan yang menyebabkan tanaman padi yang sudah berusia dewasa mengalami gagal panen. Data sementara yang disampaikan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung hingga awal Oktober ini, sawah yang sudah mengalami puso mencapai 44 Ha.

"Ini yang sudah terdampak dan mengalami gagal panen. Potensinya meluas. Ada banyak areal sawah yang saat ini kekurangan suplai air sehingga risiko gagal panen semakin luas," kata Koordinator POPT Kabupaten Tulungagung, Gatot Rahayu di Tulungagung, dikutip Selasa (10/10).

Sawah yang sudah dipastikan gagal panen terjadi di Kecamatan Pakel dan Bandung. Sungai-sungai mengering, sumber air juga hilang sehingga petani mendapat pasokan air untuk mengairi sawah-sawah mereka.

Baca Juga: 221 Hektare Sawah di Kabupaten Bogor Gagal Panen, 41 Kelompok Tani Klaim Asuransi Rp 1,32 Miliar

"Kalau luas sawah yang terdampak kekeringan sebenarnya ada 348 Ha. Sekitar 44 Ha saat ini sudah dilaporkan gagal panen, lainnya berpotensi mengalami kondisi serupa (gagal panen)," katanya.

Dijelaskan, sawah berpotensi puso di kecamatan Bandung sebanyak tiga desa, yaitu Desa Bulus, Desa Bantengan dan Desa Ngunggahan. Di Kecamatan Pakel ada sebanyak 10 desa, yaitu Desa Bono, Desa Pakel, Desa Duwet, Desa Sukoanyar, Desa Ngrance, Desa Bangunjaya, Desa Sambitan, Desa Tamban, Desa Suwaru dan Desa Gombang.

"Puso terjadi sejak bulan Juli," katanya.

Gatot jelaskan pada bulan Juni masih terjadi hujan di Kabupaten Tulungagung. Memperkirakan seperti tahun 2022 terjadi kemarau basah, petani kembali menanam padi.

Namun pada bulan Juli ternyata sudah masuk musim kemarau yang berakibat sawah kurang mendapat air untuk irigasi. "Tanaman yang puso mulai usia satu bulan sampai yang hampir panen," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore