
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di gudang Bulog Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026). (Harianto/ANTARA)
JawaPos.com - Rantai pasok pangan dari pertani hingga konsumen akhir terlalu panjang. Hal itu memicu tingginya harga yang didapatkan konsumen. Sementara petani tidak mendapat keutungan lebih baik. Rantai pasok yang panjang itu hanya memberikan keuntungan kepada pihak ketiga atau middleman.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap bahwa untuk mempersingkat alur rantai pasok produk pangan dari petani hingga sampai ke konsumen akhir yakni lewat Koperasi Merah Putih.
Dia menyebut selama ini total potensi keuntungan yang diperoleh middleman dengan rantai pasok yang panjang mencapai Rp 313,08 triliun. Rantai itu setelah dari petani dimulai dari pedagang pengumpul, distributor, subdistributor, hingga ritel. Dari ritel baru sampai ke konsumen akhir.
"Di middleman untungnya bisa 10 persen, 20 persen, 30 persen (dari setiap tahap distribusi)," ujar Amran dalam diskusi dengan sejumlah pengamat di gudang sewa penyimpanan beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4).
Dengan skema Koperasi Merah Putih, rantai pasok produk pertanian lebih pendek. Dari petani ke koperasi dan ke konsume akhir. "Potensi marginnya Rp 50 triliun," tegas Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini.
Cara itu, kata dia, untuk meningkatkan nilai tukar petani (NTP). Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), NTP 125,35 pada 2026. "Ini tertinggi selama34 tahun terakhir," tegasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Amran menyebut bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog menembus 5.000.198 ton. Jumlah itu merupakan data per 23 April 2026. Semua beras tersebut disimpan di gudang milik Perum Bulog.
Stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog yang menembus 5.000.198 ton merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia. Data per April 2026 ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurut Amran, capaian itu merupakan hasil kerja keras berbagai pihak. Kini pemerintah terus menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang guna menampung peningkatan produksi dan cadangan beras nasional.
Dia menyebut total kapasitas gudang penyimpanan Bulog secara nasional mencapai sekitar 3 juta ton. Sedangkan jumlah cadangan beras pemerintah mencapai 5 juta ton. Maka, sebanyak 2 juta ton lainnya disimpan Bulog di gudang yang disewa dari pihak ketiga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022