Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Agustus 2018 | 01.37 WIB

Soal Opening Asian Games, Jokowi: Masa Presiden Akrobatik, Ya Gila Bro

SAMBUTAN: Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan di acara Kongres Mahasabha XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia di The Rich Hotel Yogyakarta, Rabu (29/8) siang. - Image

SAMBUTAN: Presiden Joko Widodo saat memberi sambutan di acara Kongres Mahasabha XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia di The Rich Hotel Yogyakarta, Rabu (29/8) siang.

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bagaimana kronologis pembukaan Asian Games beberapa waktu lalu yang sempat menghebohkan publik. Berupa sebuah video yang menayangkan seorang pria yang mengendarai sepeda motor mirip dengannya.


Jokowi mengaku, didatangi oleh Wishnutama sekitar 1,5 tahun yang lalu. Pria yang merupakan creative director Asian Games 2018 itu menawarinya untuk ikut berpartisipasi dalam acara pembukaan.


"Pak gimana kami ajak pembukaan. Saya dikasih 3 alternatif, biasa, agak ekstrem, dan ekstrem. Saya pilih yang ekstrem itu. Jadinya ya seperti itu," kata Jokowi saat menyampaikan sambutannya di acara Kongres Mahasabha XI Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia di The Rich Hotel Yogyakarta, Rabu (29/8) siang.


Video yang sempat menayangkan seorang pria beratraksi dengan sepeda motor itu pun, dikatakannya merupakan sebuah tontonan dan hiburan. Itu juga bukan dirinya, melainkan memakai pemeran pengganti.  "Masa Presiden suruh akrobatik sendiri seperti itu. Ya gila bro. Ya enggak lah," katanya.


Pernyataan itu disampaikannya, karena menanggapi banyaknya orang yang mempermasalahkan. "Problem-nya sebenarnya bukan saya naik sepeda motor, tapi yang diurus yang sebenarnya gak perlu diurus gitu loh. Masa stuntman (pemeran pengganti)," kata Jokowi.


Justru menurutnya, penyelanggaraan Asian Games yang digelar di Jakarta dan Palembang ini patut dibanggakan. Sebab dalam pelaksanaannya melibatkan lebih dari 15 ribu orang di dalamnya, sebanyak 99 persen diantaranya merupakan anak muda.


Artinya, lanjut mantan Wali Kota Solo itu, generasi muda negara ini tidak kalah dengan bangsa lain. "Dari manajemen lighting, tari, sound system, enggak kalah. Ini kekuatan dan potensi kalau kita angkat bisa menjadi kebanggaan dan mengangkat harkat kita. Karena orang menganggap kita gak bisa bersaing dengan negara lain. Kita bilang, bisa," pungkasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore