
Anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo saat mengevakuasi Kakek Sukirno, ODGJ di Ponorogo yang dipasung oleh keluarganya selama dua dekade. (Dokumentasi Radar Madiun)
JawaPos.com - Nama Kakek Sukirno alias Kirno, 60 tahun, warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mendadak ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.
Kobdisi pria lanjut usia yang merupakan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebut memprihatinkan. Ia dipasung dan dikurung di dalam kurungan besi oleh keluarganya selama dua dekade.
Tubuhnya yang renta hanya bisa meringkuk di dalam kandang sempit, sebelum akhirnya dievakuasi oleh anggota Polres Lamongan, Ipda Purnomo. Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis.
Dari konten video proses evakuasi yang dibagikan akun Instagram @purnomopolisibaik, petugas berupaya mengeluarkan tubuh Kakek Sukirno dari kurungan besi tersebut dengan gerinda dan linggis.
Saat hendak dikeluarkan, Kakek Sukirno sempat mengamuk. Namun akhirnya berhasil setelah dibujuk. "Hanya demi rasa kemanusiaan kami semuanya bergerak bersama-sama," tulis Purnomo dalam caption, dikutip JawaPos.com, Jumat (30/1).
Penderitaan Kakek Sukirno kini berakhir, ia dibawa oleh Ipda Purnomo ke Pondok Rehabilitasi Mental Yayasan di Lamongan untuk menjalani perawatan serta pendampingan medis lanjutan.
“Secara medis (Sukirno) mengalami gangguan kejiwaan dan membutuhkan penanganan layak. Saya berkomitmen merawat beliau sampai kondisinya membaik," tutur Ipda Purnomo, dikutip dari Radar Madiun, Jawa Pos Group.
Lebih lanjut, Purnomo mengatakan bahwa awalnya, pihak keluarga menolak membebaskan Kakek Sukirno karena dikhawatirkan mengamuk. Keluarga juga meyakini bahwa sang kakek memiliki kekuatan supranatural yang berbahaya.
Dari penurutan warga setempat, Sukirno dulunya hidup normal. Namun setelah mendalami ilmu kanuragan atau ilmu Jawa, perilakunya berubah dan kondisi kejiwaannya memburuk, hingga keluarga memutuskan melakukan pemasungan.
Selama dikurung, Kakek Sukirno tak diperbolehkan menyentuh tanah. “Menurut kepercayaan keluarga, kalau beliau menginjak tanah, kekuatannya akan muncul dan bisa membahayakan,” ucap warga setempat.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
