clurit, senjata tarung khas madura/Celurit Weapon Form | Atkinson Swords | David Atkinson (atkinson-swords.com)
JawaPos.com - Peristiwa memilukan menimpa seorang personel Satpol PP Kebumen saat menjalankan tugas negara. Mochamad Faik, 33, warga Kelurahan Kebumen, dilaporkan meninggal dunia setelah diserang oleh Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang hendak dievakuasi pada Senin (2/2) sore.
Insiden berdarah ini terjadi di Desa Krakal, Kecamatan Alian, sekitar pukul 14.30 WIB. Korban menghembuskan napas terakhir akibat luka serius di bagian leher setelah terkena sabetan senjata tajam milik ODGJ tersebut.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Proses Evakuasi
Kejadian bermula saat tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan pihak Puskesmas berupaya mengamankan seorang ODGJ yang dinilai membahayakan warga. Pasalnya, ODGJ tersebut diketahui membawa berbagai senjata tajam, mulai dari celurit, parang, hingga linggis.
Dikutip dari Radar Jogja (JawaPos Group), Kepala Satpol PP Kebumen, Ira Puspitasari, membenarkan kejadian tragis.
"Kejadian pas proses evakuasi. Yang bersangkutan memang bawa senjata tajam," ujar Ira dikutip, Selasa (3/2).
Ira menyatakan pihaknya sangat terpukul atas kehilangan salah satu putra terbaiknya. "Tentu kami berduka, karena rekan kami gugur dalam bertugas," lanjutnya.
Detik-detik Penyerangan di Lokasi Kejadian
Sebelum melakukan tindakan, tim gabungan sebenarnya telah melakukan koordinasi matang untuk meminimalisir risiko. Namun, proses evakuasi di lapangan berjalan cukup alot. ODGJ tersebut mengunci diri di dalam rumah, sehingga upaya persuasif yang dilakukan petugas tidak membuahkan hasil.
Lantaran situasi semakin mendesak, petugas akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu. Nahas, begitu pintu terbuka, ODGJ tersebut langsung menyerang petugas secara membabi buta.
Korban yang berada di posisi depan tidak sempat menghindar saat pelaku menyabetkan senjata tajam ke arah lehernya. Akibat pendarahan hebat, korban langsung dilarikan ke RSDS Kebumen, namun nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan.
Hingga Senin malam, suasana duka menyelimuti RSDS Kebumen. Sejumlah pejabat tinggi Pemkab Kebumen, mulai dari Sekda hingga Kepala OPD, tampak hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
"Lukanya cukup parah ya. Terinfo pendarahan besar, apalagi perjalanan jauh dari Krakal," ujar salah satu pihak terkait di lokasi.
Di mata warga sekitar, Mochamad Faik dikenal sebagai sosok yang sangat baik dan aktif dalam kegiatan sosial. Ketua RW 05 Kelurahan Kebumen, Budiharto, mengaku sangat terkejut mendengar kabar duka tersebut.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
