
Asyik Nongkrong di Warkop saat Jam Sekolah, Lima Pelajar Surabaya Dihukum Bantu Rawat ODGJ
JawaPos.com - Lagi asyik nongkrong di sebuah warkop wilayah Surabaya Selatan, lima pelajar digelandang oleh Satpol PP Kota Surabaya, Rabu (28/1). Mereka dijatuhi sanksi sosial merawat ODGJ di Liponsos.
Kabid Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengatakan penjangkauan ini dilakukan rutin untuk meminimalisir kebiasaan pelajar bolos sekolah.
“Kami mendapat informasi dari masyarakat dan media sosial bahwa ada pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah kerap nongkrong di warkop. Laporan itu kemudian kami tindak lanjuti," ucap Mudita, Kamis (29/1).
Setelah diamankan, kelima pelajar tersebut dibawa ke kantor Satpol PP Kota Surabaya untuk dilakukan pendataan. Petugas juga menghubungi orang tua dan pihak sekolah masing-masing.
“Kami lakukan pendataan dan proses pembinaan. Orang tua serta pihak sekolah dari kelima pelajar tersebut juga kami hubungi supaya ada sinergi dalam pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak ini,” imbuhnya.
Sebagai upaya memberi efek jera, lima pelajar tersebut menjalani pembinaan sosial di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Surabaya. Di sana, mereka membantu merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Mulai dari membagikan makan siang, memotong kuku, serta membersihkan Liponsos. Selain sanksi sosial, lima pelajar tersebut juga diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.
“Harapan kami, setelah pembinaan ini mereka tidak mengulangi perbuatannya, mereka jadi lebih menghargai waktu, masa muda, serta fokus pada pendidikan dan kegiatan yang positif,” terang Mudita.
Selain itu, Satpol PP Kota Surabaya juga mengimbau pemilik warung kopi agar tidak melayani pelajar yang datang saat jam sekolah, terutama mereka yang masih mengenakan seragam sekolah.
“Kami minta pemilik usaha ikut berperan aktif dengan tidak melayani pelajar yang nongkrong pada jam pelajaran. Kami juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya,” ujarnya.
Satpol PP Kota Surabaya memastikan patroli rutin terus dilakukan di lokasi rawan bolos sekolah, seperti warnet, rental PlayStation, hingga taman-taman kota, guna menekan pelanggaran jam pelajaran.
“Patroli kami mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB, melibatkan personel Satpol PP di 31 kecamatan. Setiap aduan akan kami respons dengan cepat demi menjaga keamanan dan kenyamanan Surabaya," pungkas Mudita.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
