KDM sepakat melakukan kerja sama dengan Bobibos dalam mengolah limbah jerami menjadi bahan bakar ramah lingkungan dengan penandatanganan MoU di Lembur Pakuan, Sabtu (15/11).
JawaPos.com-Bahan Bakar Minyak Buatan Indonesia Bos (Bobibos) yang menyita perhatian publik melangkah lebih maju dari sebelumnya. Kini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersiap melakukan uji coba BBM dengan bahan bakar nabati tersebut.
Bahkan, Dedi telah sepakat melakukan kerja sama dengan Bobibos dalam mengolah limbah jerami menjadi bahan bakar ramah lingkungan dengan penandatanganan MoU di Lembur Pakuan, Sabtu (15/11). Dalam kesempatan tersebut pula, Dedi bertemu dengan founder Bobibos M. Ikhlas Thamrin dan timnya bersama Anggota DPR RI Mulyadi.
Bobibos sendiri akan diujicoba produksi di kediaman Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Pertama-tama, BBM itu akan digunakan untuk keperluan pribadi.
"Diujicobakan di internal dulu, di motor yang saya punya, di mobil yang saya punya, di mesin traktor yang saya punya, di mesin pompa air yang saya punya," kata gubernur Dedi Mulyadi dalam pertemuan dengan tim Bobibos, seperti dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Pria yang akrab disapa KDM itu menjabarkan, tujuan penggunaan bahan bakar Bobibos untuk mengembangkan hasil karya anak bangsa. Bahkan, ia turut meyakini uji coba produksi internal tersebut akan berhasil.
"Berhasil tidak berhasil tanggung jawab saya, setelah berhasil uji coba dan kerja sama ini menimbulkan pasar dan mendapat izin itu mah urusan pengusaha dan saya tidak punya niat usaha, niat saya ngembangin ini," jelas Dedi Mulyadi.
Setelah produksi, eks Bupati Purwakarta ini memiliki rencana untuk menghibahkan bahan bakar ramah lingkungan itu untuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
Dalam kesempatan yang sama, Founder Bobibos M. Ikhlas Thamrin mengungkapkan bahwa rencana produksi di Lembur Pakuan membutuhkan lahan sawah sekitar 2 ribu hektare.
"Harapan kita ingin membaginya per 500 hektare, misalkan satu bulan panen 500 hektare, itu nanti insya Allah akan menghasilkan 1,5 juta liter," ujar Ikhlas.
Dia menjabarkan dari 500 hektare tersebut, ketika berkeinginan memproduksi 1,5 juta liter setiap bulan, maka produksi harian diharuskan 50 ribu liter. Menanggapi penjelasan Ikhlas, Dedi menyanggupi untuk menyediakan lahan sawah bersama dengan bahan baku jerami.
"Apa yang diceritakan harus ada wujud yang bisa dilihat karena udah viral ke mana-mana, tapi kita kan gak nyari viralnya, kita kan nyari produksinya, manfaatnya," tukas KDM. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022