
Rumah Miswati di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dipasangi garis polisi setelah aksi pembunuhan pada Sabtu (20/9) malam. (Polres Pacitan/Antara)
JawaPos.com–Kepolisian Resor Pacitan terus memburu WW, 38, terduga pelaku pembunuhan mantan mertua yang juga melukai empat anggota keluarga mantan istri di Desa Temon, Kecamatan Arjosari. Polres Pacitan mengerahkan dua anjing pelacak K9 milik Polda Jawa Timur untuk memburu pelaku pembunuhan di Desa Temon, Kecamatan Arjosari.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar, Selasa mengatakan, anjing pelacak tiba di lokasi pada Selasa (23/9) dini hari dan langsung dikerahkan menelusuri jejak pelaku. Pencarian dilakukan bersama warga setempat, namun petugas menghadapi kesulitan karena kondisi hutan yang lebat dan gelap.
”Kami berharap K9 dapat menunjukkan arah pelarian pelaku untuk memfokuskan pencarian,” ujar Ayub seperti dilansir dari Antara.
Upaya perburuan Wawan telah dilakukan sejak Sabtu (20/9) malam, tak lama setelah dia menyerang rumah mantan istrinya, Miswati, dan keluarga di Dusun Drono. Namun hingga Senin malam, hasilnya nihil. Polisi menduga Wawan melarikan diri ke kawasan hutan dan kemungkinan sudah keluar dari Pacitan.
Peristiwa berdarah itu menewaskan Timi, kerabat Miswati, akibat luka sayatan di leher. Empat korban lain termasuk Miswati, kakaknya Eky, dan keponakan Arga, mengalami luka serius dan dirawat di RSUD dr. Darsono.
”Pencarian terus dilakukan di berbagai titik rawan. Kami mengimbau masyarakat segera melapor bila melihat terduga pelaku,” kata Ayub.
Peristiwa tragis itu terjadi Sabtu (20/9) malam, saat WW mendatangi rumah mantan istrinya, Miswati. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang dengan senjata tajam.
Timi, mantan mertua pelaku, tewas di lokasi akibat luka sayatan di leher. Korban lain yakni mantan istri, ipar, dan keponakan, mengalami luka serius dan dirawat di RSUD dr. Darsono. Menurut Ayub, dugaan sementara motif pelaku berkaitan dengan persoalan rumah tangga.
”Pelaku sakit hati karena perceraian dan rencana mantan istrinya untuk menikah lagi,” terang Ayub Diponegoro Azhar.
Polisi telah menyita sejumlah barang bukti dan terus menyisir kawasan hutan di sekitar Desa Temon. Selain melukai beberapa orang, pelaku diduga membawa Bima, 17, anak korban, yang hingga kini belum ditemukan.
Beruntung Polres Pacitan berhasil menemukan keberadaan Bima yang sempat dinyatakan hilang dan diduga dibawa kabur ayahnya, Wawan, pelaku pembunuhan di Desa Temon, Kecamatan Arjosari.
Ayub menjelaskan, Bima dalam kondisi selamat dan diperiksa sebagai saksi di Mapolres Pacitan. ”Anaknya sudah ditemukan. Tidak disandera, tidak ditawan. Justru kalau tidak melarikan diri ke hutan kemungkinan ikut jadi korban,” ujar Ayub Diponegoro Azhar.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
