
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)
JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut masalah banjir Jakarta bersumber dari kawasan Bogor, terutama Puncak dan Megamendung. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan video instagram pribadinya pada Minggu (6/7).
“Problem utamanya Jakarta adalah Puncak dan Mega Mendung di daerah Bogor, intinya di daerah Bogor,” ujar Dedi Mulyadi.
Lalu bagaimana solusinya agar Jakarta terbebas dari banjir? Menurut Dedi, Bogor harus ditata ulang. Ia bahkan menyebut, masalah banjir Jakarta tidak akan selesai jika penataan Bogor tidak dilakukan.
“Bogor belum selesai, Jakarta tidak akan pernah selesai. Untuk itu, mari kita bersama-sama kita kembalikan kawasan Bogor,” ucapnya.
Ia menekankan pentingnya memulihkan kawasan resapan air dan melindungi gunung serta lahan pertanian di kawasan Puncak Bogor.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM itu juga meminta agar nafsu pembangunan yang merusak lingkungan ditahan demi keseimbangan ekosistem. Pihaknya pun akan secara bertahap melakukan pemulihan lingkungan hidup di Puncak Bogor.
“Secara bertahap saya akan terus mengembalikan fungsi alam secara baik,” katanya.
Ia mengapresiasi semua pihak yang mendukung langkah penyelamatan lingkungan, termasuk kritik yang membangun. Menurutnya, penataan yang tengah digencarkannya di Puncak Bogor, juga demi kepentingan warga Jakarta.
“Karena yang dilakukan demi kepentingan masyarakat secara luas, baik masyarakat Jabar atau DKI,” tuturnya.
Lebih lanjut Dedi juga menjelaskan soal bencana banjir dan longsor yang kembali melanda kawasan Puncak, Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu malam (5/7). Menurutnya, bencana itu bukan hanya disebabkan karena hujan melainkan adanya perubahan tata ruang yang terjadi bertahun-tahun.
“Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan bencana yang kerap terjadi di Bogor karena adanya perubahan tata ruang yang dilakukan bertahun-tahun yang lalu,” ungkapnya.
KDM memastikan akan mengambil langkah besar menyelamatkan alam, meski menimbulkan kontroversi. Menurutnya, pembangunan tak akan berarti jika selalu dikalahkan oleh bencana alam.
“Karena untuk apa pembangunan dilakukan dengan biaya yang sangat besar, pada akhirnya, rontok oleh bencana,” imbuhnya.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
