
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat berbincang dengan siswi SMA yang menjalani pendidikan di barak militer. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapat kesempatan untuk bertemu dengan psikolog yang mengurus langsung perkembangan anak-anak yang menjalani pendidikan karakter di barak militer. Dalam kesempatannya, Dedi menanyakan langsung perkembangan anak-anak saat menjalani pendidikan tersebut.
"Dari apa yang ibu lihat, melewati masa 14 hari, dan terakhir di Hari Kebangkitan Nasional. Apa yang dilihat oleh ibu terhadap perkembangan anak-anak itu?," tanya Dedi seperti dikutip dari kanal YouTubenya, Kang Dedi Mulyadi Channel.
Salah satu psikolog tersebut menjelaskan bahwa terdapat perubahan perilaku yang signifikan. Sebab, saat awal menjalani pendidikan karakter, anak-anak tampak susah diatur.
"Signifikan menurut saya, waktu assessment awal susah diatur," ungkapnya. "Assessment awal susah diatur?" tanya Dedi Mulyadi.
"Setelah di akhir, mereka jauh lebih kooperatif, lebih mudah diatur, engga terlalu ribet. Kalau waktu di awal, kita ngasih assessment awal, effortnya besar banget," jawab psikolog.
Mendengar hal itu, Gubernur Jawa Barat berasumsi bahwa orang tua anak-anak memang berlaku tidak tegas dan tidak bisa memberikan ruang yang nyaman bagi mereka.
"Lingkungannya sudah bising, dan bisa menjadi sarang kriminal. Sekolahnya bukan lagi tempat yang nyaman," lanjutnya.
Psikolog pun membenarkan bahwa anak-anak tersebut memang kebanyakan mendapatkan pola asuh permisif dan diabaikan oleh keluarga. Alhasil, anak-anak bebas melakukan apa yang ingin mereka lakukan.
"Jadi, terserah aja ngapain mereka, engga ada yang mengarahkan. Harusnya diarahkan, ada ketegasan, ada aturan," ujarnya.
"Buktinya, masih ada yang engga dijemput bu. Sehingga saya katakan, bahwa aktivitas ini memberi manfaat," tegas Dedi Mulyadi.
Setidaknya, Dedi menilai bahwa anak-anak yang terabaikan untungnya masih bisa ikut pendidikan karakter di barak militer. Sang Psikolog pun mengapresiasi dan berharap bisa bekerja sama berkesinambungan untuk menyelesaikan masalah anak-anak Jawa Barat.
"Kami percaya Pak, Jawa Barat akan menjadi pelopor pendidikan karakter, kami men-support Bapak," tandas psikolog.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
