
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga di Apresiasi Budaya Jawa Barat " Abdi Nagri Nganjang ka Warga" di Lapangan Pandapa Paramarta, Kuningan, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). (Tim Media KDM)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi alias KDM, menegaskan ukuran kesalehan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari aktivitas spiritual semata, melainkan dari keberpihakannya dalam menyelesaikan persoalan masyarakat kecil.
KDM turut menyinggung pernyataan Menteri Agama bahwa kesalehan seorang pemimpin tidak bisa dilihat hanya dengan rutinitas spiritual.
“Jadi kata Pak Menteri Agama, tugas keislaman Gubernur apa, ke Al-Jabar tiap hari, bukan. Ke Pusdai tiap hari, bukan,” kata Dedi sebagaimana dalam unggahan media sosial Instagram, Kamis (10/6).
Ia menjelaskan, tugas keislaman seorang gubernur harus diwujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Baginya, pelayanan terhadap warga miskin dan kelompok rentan merupakan bentuk ibadah sosial yang paling utama.
“Tugas keislaman gubernur adalah menyelesaikan masalah orang-orang miskin, menyelesaikan masalah anak-anak yatim, menyelesaikan masalah orang-orang sakit, menyelesaikan masalah orang-orang yang tidak bekerja agar mendapatkan pekerjaan, menyelesaikan masalah petani, menyelesaikan nelayan, menyelesaikan buruh, ini tugas saya, tugas saya bukan spiritual, tapi sosial,” tegasnya.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga menyinggung soal kesalehan yang menurutnya tidak cukup diukur dari ritual ibadah pribadi semata. Ia menilai, seorang pemimpin harus mampu menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi rakyat kecil.
“Kesalehan saya bukan baca Lailaha Illallah 110 ribu kali, tapi kesalehan saya adalah membangun ribuan rumah rakyat miskin,” ujarnya.
Dedi turut menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran daerah yang berpihak kepada masyarakat. Ia ingin memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) digunakan secara efektif untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kegiatan seremonial pejabat.
“Kesalehan saya adalah membelanjakan APBD tidak untuk jalan-jalan, tidak untuk plesir, tidak untuk ke luar negeri, tidak untuk baju dinas, tidak untuk rumah dinas, tidak untuk seminar-seminar, tidak untuk simposium, tidak untuk pengarahan-pengarahan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan penggunaan anggaran harus diarahkan untuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial. Menurutnya, APBD seharusnya menjadi instrumen untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
