Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Juni 2025 | 23.21 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Minta Anak-anak Tak Dilibatkan dalam Kegiatan Suporter Bola

Penonton menyalakan suar (flare) usai pertandingan Persib Bandung melawan Persis Solo laga Liga 1 2024/2025 di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/5/2025).  (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Penonton menyalakan suar (flare) usai pertandingan Persib Bandung melawan Persis Solo laga Liga 1 2024/2025 di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/5/2025). (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyinggung suporter anak-anak di bawah umur. Hal ini disampaikannya saat bertemu dengan suporter Persikas Subang yang sempat membuat kegaduhan beberapa waktu lalu.

Dedi Mulyadi pun menyampaikan pesannya kepada pengelola suporter untuk tidak melibatkan anak-anak dalam bentuk kegiatannya. "Pokoknya gini, saya minta kepada siapapun, yang melakukan pengelolaan supporter, jangan melibatkan anak-anak di bawah umur," kata Dedi seperti dikutip dari Radar Bogor (Jawa Pos Group), Minggu (1/6).

Menurutnya, hal ini lantaran semua aktivitas anak-anak harus mendapatkan izin orang tua dan tak boleh keluar rumah tanpa pendampingan orang tua. Bahkan, banyak anak-anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar.

"Banyak anak-anak di bawah umur yang statusnya masih pelajar, dilibatkan dalam kegiatan orang-orang dewasa, menggunakan kendaraan bermotor, dimobilisasi di malam hari," ungkapnya.

Hal ini tampak berhubungan dengan peraturan jam malam yang diberlakukan oleh Pemprov Jawa Barat. Ditambah menurutnya, memang bukan hak anak-anak keluar untuk keluar pada malam hari.

"Maneh arek caricing di imah moal, jam 8? Bener yeuh?" tanya Dedi Mulyadi. "Icing Pak, bener," ucap suporter Persikas Subang.

"Arek ngalanggar deui moal?" tanya Dedi Mulyadi. "Moal," jawab suporter.

Tak hanya itu, Mulyadi juga mewanti-wanti jika kesepakatan ini sampai dilanggar, maka bisa dikenakan sanksi tidak naik kelas. 

"Ngalanggar deui, urang enggeus hafal hiji-hiji. Daek teu, teu naik kelas?" tanya Dedi Mulyadi. "Embung Pak," ucap para suporter.

Tak lupa, Gubernur Jawa Barat ini juga memerintahkan kepada suporter anak-anak untuk mengikuti pendidikan di barak militer. Hal ini demi menciptakan generasi muda yang disiplin, punya cita-cita, dan punya arah.

"Engke beres Idul Adha, maneh ikut pendidikan di Barak Militer. Lembang, jeung rombongan ti Subang. Ngilu, alus meh disiplin, meh bebas ti hape, bebas ti motor," pintanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore