
Dedi Mulyadi dan Kak Seto saat menyambangi para siswa yang menjalani pendidikan karakter di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi. (Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel)
JawaPos.com - Sebanyak 273 siswa maupun siswi yang sebelumnya mengikuti program pembinaan di barak militer akan keluar dan menyelesaikan masa pelatihannya Selasa (20/5) besok.
Terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak hanya mengkritisi metode pembinaan. Tetapi turut ambil bagian dalam penyelesaian masalah yang dihadapi para remaja tersebut.
“Saya kan sudah sampaikan bahwa KPAI harusnya arahnya hari ini bukan mengoreksi kekurangan dari sebuah kebiasaan yang dilakukan, yaitu penanganan darurat dari sebuah problem. Yang harus dilakukan KPAI adalah mengambil langkah untuk menyelesaikan berbagai problem yang dialami oleh anak-anak remaja kita," kata Dedi Mulyadi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (19/5).
"Apakah itu karena problem di rumahnya, problem di sekolahnya yang akhirnya mengarah pada tindak kriminal,” sambungnya.
Dedi menyoroti jumlah anak bermasalah di Jawa Barat mencapai ribuan. Ia berharap KPAI dapat berperan aktif dalam pendidikan dan pembinaan mereka.
“Kan ada jumlah ribuan tuh anak bermasalah di Jawa Barat. Nah dari jumlah ribuan itu saya harapkan KPAI ngambil untuk dididik. Agar masalahnya selesai,” ucapnya.
Ia juga mengkritik fokus KPAI yang dianggap terlalu sempit dalam menyoroti aspek-aspek teknis seperti kondisi tempat tidur.
“Kalau KPAI sibuk terus ngurusin persoalan tempat tidur dan sejenisnya tidak akan bisa menyelesaikan problem. Dan KPAI bisa lihat dong, kemarin kan 39 anak sudah selesai itu. Kan bisa dilihat bagaimana keadaan anak itu, disiplinnya, kemudian rasa empatinya,” jelasnya.
Menurut Dedi, perubahan sikap dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh anak-anak yang telah menyelesaikan pembinaan merupakan bukti keberhasilan pendekatan tersebut.
“Bahkan dia menangis di depan ibunya, mencium kakinya. Kan belum tentu itu didapatkan pendidikan saya di sekolah. Besok ada 273 yang akan lulus dari Dodik Lembang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dedi juga menyampaikan bahwa program pembinaan ini akan terus berlanjut, bahkan diperluas skalanya.
“Setelah itu nanti ada angkatan baru lagi. Nanti mungkin kalau dari seribu atau seribu lima ratus atau dua ribu yang nanti atau lima ribu. Kalau terkoneksi dengan Kabupaten/Kota mungkin 15 ribu sampai 20 ribu yang dikelola oleh kita,” pungkasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
