
Desa wisata Sangiran (Dok. Kemenparekraf)
JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menegaskan komitmennya dalam mendorong pelestarian warisan budaya dunia dan memperkuat kerja sama internasional melalui Sangiran International Youth Forum yang digelar, Jumat (9/5).
Dikutip dari laman jatengprov.go.id pada Rabu (14/5), forum itu diikuti peserta dari delapan negara, yaitu Spanyol, Brasil, Tiongkok, India, Namibia, Peru, Prancis, dan Indonesia. Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kawasan Sangiran sebagai salah satu situs peradaban dunia.
Dalam forum, Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan Sangiran bisa berkembang menjadi Kampung Dunia, tidak hanya menjadi pusat penelitian dan pelestarian sejarah.
Baca Juga: Jembatan Penghubung Jateng dan Jatim di Sragen Ambrol Diterjang Banjir, Warga Harus memutar
"Harapan kami, Sangiran bisa menjadi kampung dunia. Yang datang ke sini bukan hanya untuk melihat masa lalu, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat yang hidup berdampingan dengan sejarah besar ini. Puluhan, bahkan ratusan pengunjung internasional bisa tinggal beberapa hari, mengeksplorasi Sangiran secara utuh," ujar Sigit.
Sigit menegaskan pentingnya pengembangan yang terintegrasi. Menurutnya, kawasan museum, masyarakat, dan lingkungan sekitar harus dikembangkan secara bersamaan.
Di sela acara, Bupati Sigit berdiskusi bersama dua narasumber utama, yaitu Prof. Harry Widianto, arkeolog senior dari Indonesia, dan Prof. Francois Semah, arkeolog asal Prancis.
Mereka membahas potensi kolaborasi internasional, strategi pelestarian, serta integrasi antara ilmu pengetahuan, budaya, dan pengembangan ekonomi lokal.
Berdasarkan keterangan di laman UNESCO, situs Sangiran terletak sekitar 15 kilometer di utara Kota Solo, mencakup area seluas 5.600 hektare.
Situs ini dikenal sebagai salah satu lokasi utama dalam kajian evolusi manusia. Penggalian pertama dilakukan antara tahun 1936 hingga 1941, dan menghasilkan penemuan fosil hominid pertama di lokasi tersebut.
Hingga saat ini, telah ditemukan lebih dari 100 fosil Homo erectus, termasuk Meganthropus palaeo dan Pithecanthropus erectus, yang merupakan setengah dari total temuan fosil manusia purba di dunia.
Temuan lainnya meliputi alat batu dan fosil fauna dalam lapisan tanah yang masih asli, mencerminkan perkembangan budaya, lingkungan, dan manusia selama lebih dari dua juta tahun.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
