Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 April 2025 | 02.45 WIB

Garda Satu Jabar Dukung Gubernur Dedi Mulyadi Hapus Dana Hibah Pesantren

Dewan Pembina Garda Satu Provinsi Jawa Barat Zaky Roby Cahyadi. (Istimewa) - Image

Dewan Pembina Garda Satu Provinsi Jawa Barat Zaky Roby Cahyadi. (Istimewa)

JawaPos.com–Dewan Pembina Garuda Sakti Bersatu (Garda Satu) Provinsi Jawa Barat Zaky Roby Cahyadi mendukung keputusan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang menghapus dana hibah untuk pesantren pada 2025.

Menurut Zaky, lebih dari Rp 300 miliar dana hibah atas nama pesantren, ini bukan bantuan, tapi ini adalah bancakan.

”Langkah Gubernur Provinsi Jawa Barat KDM adalah langkah yang tepat, setidaknya untuk mengevaluasi dana-dana hibah pesantren yang sudah terjadi pada kepemimpinan gubernur pendahulunya di Jawa Barat,” kata Roby dalam keterangannya, Minggu (27/4).

Zaky menilai Dedi Mulyadi sangat memahapi selama ini dana hibah pesantren sudah menjadi alat politik, pesantren-pesantren tertentu yang punya hubungan dengan partai dapat jatah besar. Sementara ribuan pesantren rakyat yang benar-benar butuh malah tidak kebagian.

Manipulasi dana hibah pesantren ada yang mendapat sampai Rp 50 miliar, sedangkan yang lain hanya mendapatkan gigit jari, lebih parah lagi dana itu dipotong 15 hingga 40 persen oleh oknum anggota dewan dipakai buat iuran partai, fee calo, atau buat balas budi politik.

”Uang umat, uang rakyat, dari pajak dipereteli, disunat atas nama perjuangan, atas nama dakwah, dan atas nama Islam. Sungguh prihatin dan memalukan,” tutur Zaky.

”Ini yang terjadi bukan karena sistem, ini adalah kejahatan dan penyakit maka langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memilih menyembuhkan bukan sekedar menambal,” tegas dia.

Dedi Mulyadi berkeinginan sistem baru yang adil dan transparan. Bantuan pendidikan tidak tergantung pada kedekatan politik atau bukan karena kenal gubernur. Bukan sistem yang menguntungkan segelintir orang yang pandai bermain proposal dan menjual agama demi proyek.

Zaky menegaskan, Garda Satu Provinsi Jawa Barat sangat memahami, Dedi Mulyadi bukan anti pesantren apalagi anti Islam. KDM ingin benar-benar dana umat sampai ke umat.

”Pimpinan Wilayah Garda Satu Jawa Barat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melakukan investigasi total dana hibah tahun-tahun sebelumnya, bongkar siapa saja main proyek atas nama Islam dan kepada para anggota dewan yang merasa terusik jika merasa bersih jangan takut,” jelas Zaky.

Bagi rakyat Jawa Barat mari bersatu, agama jangan dijadikan topeng korupsi. Garda Satu Jawa Barat akan terus mengawal kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore