Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 April 2025 | 23.10 WIB

Netizen Soroti Gestur Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat Debat dengan Lulusan SMA yang Kritik Larangan Wisuda Sekolah: Jangan Tunjuk-Tunjuk

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat berdebat dengan remaja soal wisuda sekolah. (Instagram @dedimulyadi71) - Image

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat berdebat dengan remaja soal wisuda sekolah. (Instagram @dedimulyadi71)

JawaPos.com - Debat panas antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan seorang lulusan SMA yang mengkritik kebijakan larangan wisuda sekolah ramai di media sosial. 

Bukan hanya isi perdebatan yang jadi sorotan. Gestur Dedi saat berbicara kepada remaja tersebut juga mengundang kritik tajam dari netizen.

Salah satu kritik datang dari akun TikTok Nuansa Lurr yang videonya viral. Dalam unggahannya, ia menulis:

"Kepada KDM tolonglah kalau berbicara lain kepada anak-anak. Salah tidaknya itu anak, jangan berdiri nunjuk-nunjuk, suara dikeraskan, sekalipun perkataanmu itu baik, karena dia itu bukan musuhmu," ujarnya, dikutip Minggu (27/4).

"Jangan rusak mentalnya. Berbicaralah dengan duduk sama rata, biar tidak ada yang merasa dikecilkan," sambung akun itu. Unggahan itu menuai banyak dukungan, dengan lebih dari 13,8 ribu suka.

Banyak netizen mengungkapkan rasa tidak nyaman melihat Dedi berdiri dan menunjuk-nunjuk ke arah anak yang sedang duduk. "Kamu juga akan merasa tertekan jika seseorang berdiri di hadapanmu sedang kamu duduk," tambah Nuansa Lurr.

Sejumlah netizen lain juga turut mengkritik gaya komunikasi Dedi. Akun @ROY, Pilot DRONE Minang menulis: "Iya sih, dalam hal ini saya kurang setuju dengan cara bicara KDM. Arahkan dan bina anak muda yang seperti ini."

Namun, tak sedikit pula netizen yang membela Dedi Mulyadi. Mereka menilai sikap tegas Dedi justru perlu untuk menyadarkan anak-anak soal realita hidup.

"Kak, dia miskin aja aura manja anak maminya kuat banget... apa lagi kalau dia kaya raya, nggak kebayang si," komentar akun @ცıƖƖą.

Sementara itu, akun @weizS berpendapat: "Maksud KDM itu janganlah hidup di luar kemampuan. Nggak apa-apa kismin, tapi jangan memaksakan terlihat kaya."

Debat soal isi dan cara penyampaian ini menunjukkan bahwa publik tak hanya peduli pada apa yang dibahas, tetapi juga pada bagaimana pemimpin berbicara dan memperlakukan generasi muda.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore