Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 April 2025 | 02.10 WIB

Lewat Program Bank Sampah, Istri Nelayan di Karawang Bisa Nabung Hingga Rp 400 Ribu dalam 3 Bulan

Ibu-ibu istri nelayan memiliki mata pencaharian baru yang menghasilkan uang. Mereka turut menopang ekonomi keluarga dengan menjadi petugas pemilah sampah. (PHE ONWJ)



JawaPos.com
– Di tengah derasnya ombak dan tantangan cuaca, para istri nelayan di Desa Tanjungpakis, Karawang, menemukan cara baru untuk menopang ekonomi keluarga: memilah sampah. Berkat kerja sama dengan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), program Bank Sampah kini mengubah tumpukan limbah menjadi sumber penghasilan dan harapan.

Berlokasi di pesisir utara Karawang, para perempuan ini setiap harinya memisahkan botol plastik, tutup botol, dan ember bekas dari tumpukan sampah yang datang dari laut maupun rumah tangga. Harga jual sampah bervariasi, mulai dari Rp 6.000 per kilogram untuk botol air 1,5 liter hingga Rp 1.800 per kilogram untuk ember plastik bekas.

“Dari buang sampah pada tempatnya, ternyata bisa nabung juga. Ada rumah yang dalam 3 bulan bisa kumpulkan Rp 400 ribu,” ujar Ketua Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (KKPMP) Tanjungpakis, Sopyan Iskandar.

Program ini berjalan dengan skema sederhana namun efektif. Sebanyak 114 rumah dibagikan tempat sampah dan buku tabungan. Petugas—yang juga berasal dari warga—mengambil sampah dua kali seminggu, lalu memilah dan menjualnya ke pengepul. Keuntungan dibagi antara operasional dan tabungan nasabah.

Menurut Sopyan, sampah di wilayah pesisir berasal dari dua sumber: limbah rumah tangga dan industri kecil yang terbawa arus sungai, serta kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan karena keterbatasan layanan pengangkutan.

“Maka kami buat program ini berbasis komunitas. Biayanya rendah dan bisa ubah perilaku warga,” katanya.

PHE ONWJ, sebagai mitra utama, mendukung penuh inisiatif ini. Head of Communication, Relations & CID PHE ONWJ R. Ery Ridwan menyebut program ini sejalan dengan SDGs 12 dan 14, terkait konsumsi bertanggung jawab dan pelestarian ekosistem laut.

“Melalui program ini, kami berharap bisa mengurangi pencemaran laut serta meningkatkan kualitas lingkungan pesisir sekaligus menciptakan peluang ekonomi,” kata Ery.

Tak hanya soal plastik, Sopyan juga merancang pengembangan program ke pengolahan eceng gondok dan limbah laut seperti kerang berduri. Mereka ingin mengubahnya jadi suvenir ramah lingkungan.

“Sudah ada studi banding juga dari PHE ONWJ, kami ingin terus berkembang,” katanya.

Dengan kombinasi dukungan swasta, semangat warga, dan sistem sederhana berbasis tabungan, program Bank Sampah ini menjadi bukti nyata bahwa solusi lingkungan bisa berjalan seiring pemberdayaan ekonomi. Dan dari sudut kecil di Karawang, perubahan besar untuk laut dan masyarakat mulai dijalankan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore