
Ilustrasi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. (BPBD Banjarnegara/Antara)
JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Jawa Tengah (Jateng) mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada 12-18 Desember.
”Berdasar informasi yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani Semarang tadi malam (11/12), saat ini wilayah Indonesia terpantau adanya gangguan atmosfer yang menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di wilayah di Jateng,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo seperti dilansir dari Antara di Cilacap, Kamis (12/12).
Dalam hal ini, kata dia, berdasar analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan aktifnya gangguan atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO). Selain itu adanya bibit siklon tropis di selatan Pulau Jawa dan Nusa Tenggara menyebabkan pembentukan wilayah pertemuan massa udara serta belokan angin di Jateng.
Selain itu, pola belokan angin dan konvergensi terlihat dominan untuk wilayah Pulau Jawa termasuk Jateng, kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah. Sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan yang menjulang hingga ke lapisan atas, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jateng.
”Kondisi tersebut mengakibatkan meningkatnya pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulunimbus) yang berpotensi menyebabkan curah hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Jateng,” jelas Teguh Wardoyo.
Dia mengatakan berdasar pantauan hasil analisis dinamika atmosfer tersebut, beberapa wilayah Jateng yang perlu diwaspadai memiliki potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada tanggal 12-18 Desember. Meliputi Kota/Kabupaten Magelang, Kota/Kabupaten Pekalongan, Kota Salatiga, Kota/Kabupaten Semarang, Kota Surakarta, dan Kota/Kabupaten Tegal.
Selanjutnya, Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kendal, Kebumen, Klaten, Kudus, Pati, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Sukoharjo, Sragen, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo, dan sekitarnya.
”Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan bencana diimbau untuk terus waspada dan siaga terutama saat terjadi hujan lebat untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir, dan pohon tumbang,” terang Teguh Wardoyo.
Terkait dengan keberadaan bibit siklon tropis selatan Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, dia mengatakan, hal itu berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat (Jabar), Samudra Hindia selatan Jateng, dan Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Jogjakarta.
Dalam hal ini, kata dia, tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar hingga Jogjakarta pada Kamis (12/11) berpotensi mencapai kisaran 2,5-4 meter yang masuk kategori gelombang tinggi. Kondisi tersebut diprakirakan akan berlangsung hingga Sabtu (14/12).
Sementara untuk tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jabar hingga DI Jogjakarta, kata dia, diprakirakan berkisar 1,25-2,5 meter dan masuk dalam kategori gelombang sedang.
”Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh pengguna jasa kelautan untuk selalu memerhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran karena berdasarkan analisis, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter berisiko terhadap perahu nelayan,” kata Teguh.
Selanjutnya, kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter berisiko terhadap tongkang, kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter berisiko terhadap kapal feri, serta kecepatan angin lebih dari 27 knot. Tinggi gelombang di atas 4 meter berisiko terhadap kapal berukuran besar seperti kapal kargo serta kapal pesiar.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
