Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 November 2024 | 18.38 WIB

Saksi Pasangan Cabup Sampang Tewas Kena Carok, PKB Mengecam: Tak Ada Pilkada Seharga Nyawa

Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com–Seorang warga berinisial JSP yang berstatus sebagai saksi pasangan Calon Bupati Sampang, Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh) tewas dibacok oleh sekelompok orang bersenjata tajam celurit atau carok. Peristiwa ini diduga terjadi karena persoalan politik. Sebab, terjadi setelah pasangan Slamer-Mahfudz berkunjung ke salah satu tokoh agama di Ketapang.

Wakil Ketua Harian DPP PKB Nadya Alfi Roihana menyampaikan kecaman keras terhadap peristiwa tersebut. PKB mengutuk keras segala bentuk kekerasan, terutama yang terjadi dalam konteks demokrasi.

”Kekerasan ini tidak hanya melukai nilai-nilai demokrasi, tetapi juga merusak tatanan kehidupan bermasyarakat yang seharusnya dilandasi perdamaian dan persatuan,” ujar Nadya di Jakarta, Senin (18/11).

Sebagai salah satu pilar utama demokrasi, Pilkada merupakan ajang bagi rakyat untuk menyuarakan aspirasi politiknya secara damai dan bermartabat. Nadya mengingatkan, Pilkada harus tetap menjadi pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan menjadi alasan untuk saling menyerang.

”Jangan biarkan fanatisme buta terhadap pasangan calon mengorbankan kedamaian dan kerukunan yang telah dibangun Bersama,” ucap Nadya.

Dia mengingatkan, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh berujung pada permusuhan atau kekerasan.

”Segala bentuk kekerasan hanya akan menciptakan luka sosial yang mendalam di masyarakat. Terlebih perpecahan yang ditimbulkan oleh konflik semacam ini sering kali membutuhkan waktu lama untuk dipulihkan,” lanjut Nadya.

Masyarakat Kabupaten Sampang, Nadya menyerukan agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Kerukunan harus tetap dijaga jelang hari pencoblosan.

”Kami memahami bahwa kejadian ini menimbulkan duka yang mendalam, tetapi kami juga mengingatkan semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana. Jangan biarkan konflik ini meluas dan merusak persatuan kita,” tandas Nadya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore