Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 November 2024 | 03.49 WIB

Penanganan Erupsi Lewotobi Laki Laki, Pemulihan Tak Tunggu Erupsi Reda

Tim SAR Gabungan mengevakuasi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Kamis (7/11). (Basarnas) - Image

Tim SAR Gabungan mengevakuasi masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Kamis (7/11). (Basarnas)

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, pemulihan pasca bencana dari erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki akan dilakukan segera. Proses tidak menunggu sampai erupsi selesai.
 
Hal ini sesuai dengan arahan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka sebelumnya. Proses penanganan pasca bencana tersebut meliputi rekonstruksi, rehabilitasi, hingga relokasi. “Sejauh ini tengah disiapkan mana yang direlokasi, mana yang direnovasi, itu akan dilakukan seawal mungkin,” ujarnya ditulis Rabu (13/11).
 
Selain penanganan pasca bencana, Gibran juga menggarisbawahi soal bantuan kepada para pengungsi yang jumlahnya mencapai sekitar 12 ribuan orang. Dengan jumlah yang sangat besar tersebut, menurut dia, pelayanan kepada mereka baik itu tenda, sanitasi, permakanan, pelayanan kesehatan, dan lainnya harus betul-betul terpenuhi. Termasuk, untuk kebutuhan khusus bayi, ibu menyusui, ibu hamil, disable, dan lain-lain.
 
 
“Jadi kita bicara mengenai peningkatan kualitas pelayanan terhadap pengungsi. Termasuk kita memindahkan pengungsian dari tempat yang kurang aman menjadi yang lebih aman,” jelasnya.
 
Di sisi lain, Kemenko PMK menggandeng Badan Informasi Geospasial (BIG) terkait pemanfaatan teknologi dan informasi geospasial dalam mendukung proses pengambilan kebijakan berbasis data yang lebih akurat. Pratikno mengatakan, penggunaan data geospasial ini digunakan untuk pemetaan isu-isu sosial, kesehatan, bencana, dan pendidikan secara lebih sistematis, terintegrasi, dengan kecepatan dan akurasi data yang baik.
 
 
“Kita butuh kecepatan, butuh akurasi, tetapi juga mudah dilakukan. Sehingga pekerjaan bisa lebih produktif dengan implementasi kebijakan yang tepat sasaran dalam isu pendidikan, kependudukan, kesehatan, dan bencana,” paparnya.
 
Lebih lanjut, Pratikno juga mendorong kerja sama ini dapat mengoptimalkan intervensi yang dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat melalui akurasi data geografis dalam hal geo-tagging problem dan data geo-tagging solution. Menurutnya, informasi yang real time dengan perkembangan peta geospasial yang dinamis akan sangat bermanfaat dalam intervensi kebijakan pemerintah. Khususnya, berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan kebudayaan.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore