Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Agustus 2024 | 13.03 WIB

60 Kiai Sepuh Bertemu di Pesantren Tebuireng Jombang Bahas PKB

Sejumlah kiai sepuh gelar pertemuan bahas masalah terkait PKB di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (12/8). (Asmaul Chusna/Antara) - Image

Sejumlah kiai sepuh gelar pertemuan bahas masalah terkait PKB di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (12/8). (Asmaul Chusna/Antara)

JawaPos.com–Sekitar 60 kiai sepuh dari berbagai daerah di Jawa Timur, berkumpul di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, membahas terkait masalah dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni mengatakan, pertemuan itu digelar sebagai silaturahmi antara Rois Syuriah PWNU se-Indonesia. Yakni guna menindaklanjuti penugasan yang diberikan PBNU untuk mendalami terkait hubungan NU dan PKB.

PBNU melalui tim panel yang dibentuk telah mengundang beberapa narasumber yang kami mohonkan informasi atau data pengalaman yang diberikan beliau dan proses pendalaman masih berlangsung,” kata Amin Said Husni seperti dilansir dari Antara di Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

Dia menjelaskan, tim juga bersilaturahmi dengan pengurus Dewan Syuro PKB perwakilan sejumlah daerah. Misalnya Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan beberapa perwakilan lain untuk mendalami informasi.

Pertemuan dengan Syuriah PWNU se-Indonesia ini, lanjut dia, diharapkan dari para kiai tersebut bisa membangun komunikasi dengan pengurus syuro di wilayah masing-masing untuk menggali informasi dan mendalami serta mengonfirmasi temuan awal atau informasi awal yang dihimpun oleh tim panel.

Menurut dia, dari laporan awal, terdapat perubahan prinsip di PKB. Jika dibandingkan saat pertama di PKB pada 1998, dewan syuro saat itu pemegang supremasi kewenangan di struktur partai sebagaimana syuriah di NU yang mempunyai supremasi kewenangan di NU.

”Karena sejatinya PKB didirikan oleh PBNU dan tim yang dibentuk PBNU waktu itu dengan struktur mirip NU,” terang Amin Said Husni.

Dia menambahkan, di NU ada syuriah di PKB ada dewan syuro. Di NU ada tanfidziyah dan di PKB ada dewan tanfidz. Dewan syuro di PKB itu khas tidak bisa dibandingkan dengan partai lain. Dewan syuro tidak seperti penasihat di partai lain. Dewan syuro bukan seperti dewan pertimbangan di partai lain.

”Dewan Syuro PKB itu seperti satu dari dua kamar di PWNU. Perannya sangat sentral. Kami dapat informasi posisi kedudukan dan kewenangan dewan syuro tidak lagi seperti dulu. Makanya kami perlu pendalaman sesuai penugasan yang diberikan kepada kami,” tutur Amin Said Husni.

Dia juga belum bisa membuat kesimpulan serta langkah yang harus dilakukan PBNU. Sebab, menunggu hasil komunikasi dengan seluruh pihak.

Sebenarnya, menurut dia, sudah mencoba komunikasi dengan PKB. Undangan diberikan ke Sekjen DPP PKB yang diberikan secara fisik serta soft copy juga diberikan lewat WhatsApp namun tidak hadir.

”Nanti pada saatnya kami buat kesimpulan dan rekomendasi sebagaimana diperintahkan PBNU kepada kami. Secara teknis itu masih kami dalami,” ucap Amin Said Husni dia.

Pertemuan itu digelar tertutup dan dihadiri para kiai sepuh. Mereka di antaranya adalah Ketua PWNU Jatim terpilih yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan Kota Kediri KH Anwar Iskandar.

Selain itu, Pengasuh Pesantren Lirboyo Kota Kediri yang juga Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur terpilih KH Anwar Manshur, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrurrozi (Gus Fahrur), dan kiai sepuh lainnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore