
Renovasi sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon belum kunjung terealisasi.
JawaPos.com - Renovasi sejumlah pasar tradisional di Kota Cirebon belum kunjung terealisasi. Padahal, perencanaan perbaikan dua pasar, yakni Pasar Kanoman dan Pasar Balong sudah setahun lebih.
Ketidakjelasan progres perbaikan pasar tersebut membuat Komisi II DPRD Kota Cirebon memanggil Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Berintan, instansi terkait pengembangan pasar tradisional.
Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon Watid Syahriar mengatakan renovasi Pasar Kanoman dan Pasar Balong masih terkendala dengan berbagai hal. Salah satunya karena pihak investor masih menggantung.
"Sudah dua tahun lebih Pasar Kanoman rencananya akan dibangun dan ditata ulang, tapi masih terkendala antara investor dan pihak keraton. Sama halnya Pasar Balong, sudah setahun lebih investor belum ada kepastian lagi," ujarnya usai audiensi dengan Jajaran Direksi Perumda Pasar di Kantor DPRD, Rabu (5/8).
Untuk permasalahan di Pasar Kanoman, sebetulnya sudah ada titik terang antara pihak keraton, Perumda Pasar dan Investor. Akan tetapi, permasalahanya adalah batas-batas tanah yang dikuasai pihak keraton.
Lebih dalam Watid menjelaskan, di internal Keraton Kanoman belum selesai untuk menyepakati klausul kontrak dengan investor. Sehingga pihak investor belum berani eksekusi untuk memulai tahap ke pembangunan.
"Semua perizinan sudah beres, bahkan rencana desain pun sudah disodorkan dan disepakati. Tapi, masalahnya di internal keraton. Seharusnya pengerjaan sudah running," kata Watid.
Apabila pembangunan tetap dipaksakan oleh investor, sementara internal keraton masih belum sepakat, maka dikhawatirkan akan dipermasalahkan saat proses pembangunan. Untuk itu, lanjut Watid, Komisi II DPRD Kota Cirebon akan mengundang investor yang bertanggung jawab merenovasi Pasar Kanoman.
Sementara masalah Pasar Balong disebabkan karena para investor belum meberikan kepastian kapan pengerjaan dimulai. "Para investor masih menggantung. Seharusnya sudah tahap pembangunan. Makanya kami undang untuk meminta kepastian dan menjelaskan masalahnya," kata dia.
Sementara itu, Direktur Perumda Pasar Berintan Akhyadi mengaku akan menindaklanjuti rekomendasi dari Komisi II DPRD yaitu memenuhi waktu tiga bulan mendatang sudah masuk dalam tahap pembangunan Pasar Balong. Dia menegaskan, untuk pasar berada di Kecamatan Pekalipan tersebut, pihak investor sudah menyanggupi untuk mulai tahap pembangunan.
"Investor yang berwenang membangun pasar adalah PT Metro Panen Raya. Dia sudah siap menyanggupi," kata Akhyadi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
