Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Februari 2024 | 06.20 WIB

4 Nyawa Melayang Akibat DBD di Jombang dalam Dua Bulan, DPRD Minta Pemkab Lebih Tanggap

Kondisi pasien dengan gejala DBD yang dirawat di ruang Srikandi RSUD Jombang pada hari Kamis (22/2)./Wenny Rosalina/Radar Jombang - Image

Kondisi pasien dengan gejala DBD yang dirawat di ruang Srikandi RSUD Jombang pada hari Kamis (22/2)./Wenny Rosalina/Radar Jombang

JawaPos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang lebih tanggap mengatasi ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal itu lantaran dalam waktu dua bulan tercatat sudah empat nyawa melayang akibat penyakit DBD di wilayah Jombang.

DPRD Jombang lewat Komisi D menegaskan pihaknya saat ini sedang mendorong Pemkab agar lebih serius menangani kasus DBD ini.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang M Syarif Hidayatullah menyebut penyakit ini tidak bisa dianggap remeh. Sekaligus mengantisipasi jatuhnya korban jiwa lebih banyak lagi kedepannya.

“Saya baca empat nyawa meninggal karena DBD dalam waktu dua bulan, tentu ini hal yang serius. Kami sangat prihatin dengan kondisi seperti ini,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Jombang (JawaPos Group).

Menanggapi tren kasus DBD di Kabupaten Jombang yang tinggi, ia mendesak pemkab agar melakukan tindakan konkret untuk mencegah korban DBD bertambah lebih banyak.

Ia mengatakan sampai saat ini masih belum melihat gerakan nyata dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang untuk mengatasi penyakit ini.

“Karena mohon maaf ini Dinkes, saya belum melihat ada gerakan nyata untuk menangani masalah DBD di Jombang,” kata dia.

Ia menyebutkan gerakan nyata itu seperti fogging atau penyemprotan asap untuk membunuh nyamuk sampai ke sarangnya.

Padahal menurutnya, langkah-langkah pencegahan itu sangat penting dalam kondisi seperti ini.

Termasuk dengan menggerakkan juru pemantau jentik (Jumantik) ke rumah-rumah warga.

“Gerakan nyata itu termasuk melakukan sosialisasi yang insentif di seluruh lingkungan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinkes Jombang melalui Plt Kepala, Syaiful Anwar mengatakan bahwa fogging dinilai kurang efektif untuk memberantas sarang nyamuk di lingkungan.

Ia menambahkan bahwa cara yang efektif adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3M (Menguras penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur benda yang bisa menampung air).

“3M itu cara paling efektif untuk membasmi sarang nyamuk,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa nyamuk aedes aegypti hanya bisa terbang dalam radius 100 meter dan mempunyai umur selama tiga minggu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore