Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Februari 2023 | 00.32 WIB

Mahasiswa FKOR UNS Demo Tuntut Penjelasan Somasi dari MWA

Mahasiswa sedang menempelkan tulisan Kantor MWA Disegel di Kompleks Kampus UNS Solo, Kamis (2/2). Aris Wasita/Antara - Image

Mahasiswa sedang menempelkan tulisan Kantor MWA Disegel di Kompleks Kampus UNS Solo, Kamis (2/2). Aris Wasita/Antara

JawaPos.com–Ratusan mahasiswa Program Studi Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan aksi demonstrasi. Mereka menuntut penjelasan somasi dari Majelis Wali Amanat (MWA) kepada Dekan FKOR Sapta Kunta Purnama.

Aksi demonstrasi diikuti ratusan mahasiswa, alumni, dan dosen FKOR. Salah satu perwakilan mahasiswa Rohadi Setyo Wibowo mengatakan, aksi tersebut menuntut agar ada penjelasan terkait somasi.

”Somasi yang dilakukan MWA UNS kepada dekan kami duduk permasalahannya tidak jelas. Apa yang membuat dekan kami disomasi,” kata Rohadi Setyo Wibowo seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, Sapta sudah menerima surat somasi sebanyak dua kali. Dia menilai tidak ada yang salah dari sikap yang dilakukan Sapta.

”Kami merasa terganggu, terusik, seharusnya kami fokus menyiapkan kejuaraan, karena adanya somasi kami merasa terganggu. Tidak melakukan kesalahan kok disuruh minta maaf,” tutur Rohadi Setyo Wibowo.

Para mahasiswa meminta agar somasi tersebut dicabut dan pihak MWA menyampaikan apa kesalahan yang dilakukan Dekan FKOR. ”Salahnya di mana. Wakil ketua juga harus klarifikasi dan minta maaf di media karena justru yang mencemarkan nama baik adalah MWA,” ucap Rohadi Setyo Wibowo.

Ketua Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKOR UNS Haris Nugroho menjelaskan, aksi solidaritas tersebut untuk menanyakan somasi yang diberikan kepada Dekan FKOR. ”Dalam somasi yang diberikan MWA, Prof Hasan Fauzi (Wakil Ketua MWA), intinya menuduh Pak Dekan menyampaikan berita bohong, melakukan pencemaran nama baik MWA,” papar Haris Nugroho.

Menurut dia, somasi pertama dilayangkan pada 9 Januari. Pada saat itu sudah ada upaya dari Sapta Kunta untuk mempertanyakan maksud somasi tersebut.

”Karena kami sebagai anak menghadap orang tua. Kemudian MWA tidak bisa ditemui, yang menemui malah kuasa hukum MWA. Ini menambah sakit hati kami, kami dianggap orang luar di UNS. Padahal kami adalah universitas Benteng Pancasila, tentu mengedepankan kekeluargaan, musyawarah, mufakat, apabila ada masalah,” terang Haris Nugroho.

Awalnya pada aksi tersebut para pendemo meminta agar bertemu langsung dengan Wakil Ketua MWA Hasan Fauzi. Meski demikian Hasan tidak bisa ditemui dan ruangan MWA juga terkunci. Bahkan para peserta aksi berinisiatif menyegel ruangan MWA tersebut.

Rektor UNS Jamal Wiwoho yang berkesempatan menemui para peserta aksi demonstrasi menjanjikan akan menyampaikan tuntutan kepada pihak MWA. ”Karena sudah mendapatkan pesan-pesan ini, akan saya sampaikan ke MWA. Sebelum turun saya minta ke sekretariat untuk membuatkan surat dan akan saya tanda tangani untuk kemudian diserahkan ke MWA, agar segera difasilitasi ketemu MWA,” ucap Jamal Wiwoho.

Dia mengatakan, dalam surat tersebut, rektor meminta agar dapat segera berkomunikasi dengan MWA. ”Karena komunikasi tentu kami tidak bisa memberikan kepastian, namun harapannya segera ada pertemuan tindak lanjut,” ujar Jamal Wiwoho.

Saat dikonfirmasi Hasan Fauzi enggan merespons aksi tersebut. ”Nggak, nggak, saya sedang di rumah sakit. Jangan diganggu deh ya,” katanya singkat.

Sebelumnya somasi dilakukan sebagai buntut dugaan kecurangan dalam pemilihan Rektor UNS.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore