
Photo
JawaPos.com- Kasus smartphone atau handphone mendadak meledak, kembali memakan korban. Kali ini, korbannya CE, pelajar SMKN Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Siswa kelas XII itupun harus mendapatkan perawatan di RSUD dr Harjono. Dua matanya terdampak.
CE terbaring di Ruang Flamboyan. Kastiah, ibunya, setia menunggu putri bungsunya itu sendirian. Saat ditemui kemarin (18/1), air mata perempuan itu meleleh. Dia tidak tahui persis kronologi kejadiannya.
Yang jelas, dirinya gemetaran ketika ada teman CE datang ke rumah mengabarkan anaknya tertimpa musibah. Setelah itu, juga disusul perangkat desa. ‘’Dikasih tahu bahwa anak saya dirawat di puskesmas, lalu dirujuk ke RSUD dr Harjono,’’ kata Kasiah, warga Desa Broto, Slahung, itu seperti dilansir Jawa Por Radar Madiun (19/1).
Kastiah tidak mengerti kenapa handphone milik anaknya tiba-tiba bisa meledak. Ponsel itu pemberian kakaknya yang tengah kuliah di Jakarta. Ketika itu, CE memang butuh handphone. Sebab, pembelajaran di sekolah dilakukan online atau daring, saat pandemi Covid-19 silam. ‘’Boro-boro beli HP, untuk makan saja susah,’’ ungkapnya.
Sang kakak yang sedang kuliah di Jakarta pun lantas mengalah. Handphone sang kakak dikasihkan adiknya, CE. ‘’Kan memang diwajibkan,’’ tuturnya sembari menyeka air mata. Kastiah pun hanya berharap anaknya bisa segera pulih. Kembali bersekolah lagi.
Humas SMKN Slahung Agus Dwi Purnomo membenarkan bahwa handphone memang digunakan untuk media pembelajaran. Saat kejadian, pada Selasa (17/1), pukul 10.00 WIB, CE tengah mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Siswa diizinkan membawa handphone untuk mendukung pembelajaran di era digital.
‘’Masing-masing guru mapel berhak mengizinkan siswanya membawa HP. Kalau ada materi atau tugas cari referensi bisa dengan memakai gawai,’’ ungkap Agus.
Agus telah mengkroscek handphone CE yang meledak. Ternyata, baterai HP itu melembung. Saat kejadian, sudah tidak lagi di-charge. ‘’Baru akan dinyalakan, meledak. Tapi, kronologi detail bisa ke kepolisian,’’ lanjutnya.
Kapolsek Slahung AKP Haryono menjelaskan, dari keterangan yang dihimpun, CE sempat mengisi daya handphone di kelas, pukul 06.30 WIB. Kemudian, ditinggal selama apel berlangsung di sekolahnya. Saat bel pelajaran masuk, CE mencabut charger dan menyimpan gawai di mejanya.
Sekitar pukul 08.45 WIB, saat pelajaran Pendidikan Agama ISlam, CE berusaha menyalakan handphone. Namun, ternyata tidak nyala. Setelah dicoba beberapa kali, akhirnya gawai nyala. Tidak berselang lama, kembali mati. Korban kemudian meletakkan gawai di meja.
Beberapa menit kemudian, lanjut Haryono, korban kembali memegang gawai. Tiba-tiba handphone meledak tepat mengenai wajahnya. ‘’HP-nya sempat dilempar ke bawah bangku dalam keadaan terbakar,’’ ujarnya.
Faktor pemicu ledakan belum dapat dipastikan. Polisi melakukan pendalaman. Termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. ‘’Apabila mengisi daya, jangan terlalu lama. Apabila penuh segera dicabut, agar tidak panas atau trouble,’’ sarannya.
Sementara itu, kondisi CE terus membaik sejak dirawat di RSUD. Statusnya sekarang tergolong pasien dengan gejala ringan. Berbeda dengan pada hari perdana dirawat yang masih berstatus gawat darurat. Saat itu, CE mengeluhkan pandangan mata kirinya kabur karena luka bakar. Sebagian wajahnya juga terasa panas dan menghitam.
‘’Kami tangani dengan bilas air netral untuk mengatasi trauma asam atau basa yang dialami pasien,’’ kata Direktur RSUD dr Harjono Ponorogo dr Yunus Mahatma.
Di hari pertama, pandangan CE sempat dinyatakan kabur setengah buta. CE mengalami trauma bola mata karena efek ledakan berbahan asam. Ledakan itu sebenarnya mengenai mata kanan.
Namun, dampak kabur setengah buta dirasakan pada mata kiri. Dokter spesialis mata telah melakukan langkah penanganan cepat. ‘’Kami monitor kondisinya, dan pagi ini tadi (kemarin, Red) kedua mata sudah berfungsi normal,’’ ungkapnya.
Kembali berfungsinya penglihatan pasien secara normal, lanjut Yunus, mengindikasikan kondisi kornea mata dalam keadaan baik. Karena itu, pasien tidak perlu menjalani operasi. Kendati begitu, tetap harus menjalani perawatan sampai benar-benar pulih. ‘’Secara umum kondisi pasien membaik,’’ pungkasnya.
Sementara itu, pakar teknik elektro membeberkan baterai melembung bisa menjadi salah satu pemicu meledaknya handphone. Itu karena overheat atau terlalu panas. Berbeda dengan komponen lainnya, baterai bertugas penting menyimpan daya sebagai energi utama gawai agar dapat beroperasi.
‘’Baterai melembung cenderung menimbulkan panas karena sirkulasi udara di HP berkurang,’’ ungkap Didik Riyanto, dosen Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Risiko handphone meledak semakin tinggi jika kualitas komponen baterainya kurang baik. Biasanya, kualitas komponen sengaja diturunkan untuk menekan biaya produksi agar harganya terjangkau di pasaran. ‘’Hal ini banyak ditemukan karena faktor persaingan antar brand HP,’’ jelasnya.
Penggunaan handphone yang berlebihan juga dapat mengakibatkan kondisi baterai panas. Apalagi digunakan sembari di-charge. Baterai belum kondisi lemah sudah di-charge, juga dapat mengurangi masa baterai. ‘’Semakin sering di-charge, masa baterai akan cepat habis atau mengurangi kapasitas,’’ terangnya.
Didik menegaskan, baterai memiliki masa. Ukurannya bukanlah expired seperti makanan. Melainkan batas masa berapa kali baterai tersebut dicharge. ‘’Sebenarnya jenis baterai lithium-ion yang dipakai sekarang lumayan bagus. Tapi entah masa baterai yang sudah lewat atau disebabkan hal lain sehingga memicu ledakan,’’ paparnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
