Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2024 | 20.06 WIB

Imlek di Bojonegoro Sunyi Tanpa Pawai Barongsai dan Liong, Ini Sebabnya

Jelang perayaan Imlek, Kelenteng Hok Swie Bio (HSB) Bojonegoro tampak sepi. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

JawaPos.com – Perayaan tahun baru Imlek yang selalu identik dengan kemeriahan pawai barongsai dan liong, tahun ini tidak tampak meramaikan suasana Imlek di Bojonegoro, Jawa Timur.

Kelenteng Hok Swie Bio (HSB) biasanya selalu ramai dan padat, karena masyarakat begitu ingin menyaksikan penampilan pawai barongsai dan liong saat perayaan Imlek. Sayangnya, tahun 2024 ini kemeriahan tersebut sedang diliburkan.

Dipantau dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Sabtu (10/2), Kelenteng HSB merayakan Imlek dengan amat sangat sederhana, yakni sekadar hiasan lampion dan pernak-pernik khas Imlek yang menghiasi seluruh sudut kelenteng.

Bahkan, segala hiasan dan pernak-pernik itu sudah terpasang sejak sepekan terakhir. Selain itu, di pagar Kelenteng HSB, terpasang juga spanduk bertuliskan ‘Pemberitahuan: Pertunjukkan/Pawai Liong dan Barongsai Ditiadakan’.

Ketua Peribadatan Kelenteng HSB Santoso atau Kho Tjiang Sang, mengungkapkan alasan mengapa pihaknya tidak merayakan tahun baru Imlek semeriah biasanya.

Merayakan tahun baru Imlek sesunyi ini, konon untuk menghormati masa-masa tenang pemilu 2024. Seperti diketahui, masa tenang jelang pemilu dijadwalkan pada 11-13 Februari 2024.

“Mengingat minggu tenang Pemilu 2024, pawai liong dan barongsai ditiadakan,” kata Kho Tjiang Sang.

Meski tak ada gegap gempita Imlek, namun proses ibadah bagi umat Tionghoa tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Pada Jumat (9/2) kemarin, umat Tionghoa sudah melakukan sembahyang dan doa menjelang malam Imlek pada pukul 15.00 WIB. Setelahnya, kemudian disusul dengan ritual penyucian patung Dewa.

Ketiadaan pawai barongsai dan liong ini tentu dirasa dampaknya bagi masyarakat Bojonegoro, khususnya para penjaja dagangan atau pemilik lapak.

Salah satunya adalah Ida, penjual pernak-pernik Imlek yang mangkal di depan Kelenteng HSB. Jika biasanya ramai bersama rekan sejawatnya, tahun ini, Ida hanya sendirian dan sudah tiga hari di sana.

“Rutin setiap tahun (melapak dagangan) di depan kelenteng,” kata Ida.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore