Jelang perayaan Imlek, Kelenteng Hok Swie Bio (HSB) Bojonegoro tampak sepi. (WAHYU DHANI ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
JawaPos.com – Perayaan tahun baru Imlek yang selalu identik dengan kemeriahan pawai barongsai dan liong, tahun ini tidak tampak meramaikan suasana Imlek di Bojonegoro, Jawa Timur.
Kelenteng Hok Swie Bio (HSB) biasanya selalu ramai dan padat, karena masyarakat begitu ingin menyaksikan penampilan pawai barongsai dan liong saat perayaan Imlek. Sayangnya, tahun 2024 ini kemeriahan tersebut sedang diliburkan.
Dipantau dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Sabtu (10/2), Kelenteng HSB merayakan Imlek dengan amat sangat sederhana, yakni sekadar hiasan lampion dan pernak-pernik khas Imlek yang menghiasi seluruh sudut kelenteng.
Bahkan, segala hiasan dan pernak-pernik itu sudah terpasang sejak sepekan terakhir. Selain itu, di pagar Kelenteng HSB, terpasang juga spanduk bertuliskan ‘Pemberitahuan: Pertunjukkan/Pawai Liong dan Barongsai Ditiadakan’.
Ketua Peribadatan Kelenteng HSB Santoso atau Kho Tjiang Sang, mengungkapkan alasan mengapa pihaknya tidak merayakan tahun baru Imlek semeriah biasanya.
Merayakan tahun baru Imlek sesunyi ini, konon untuk menghormati masa-masa tenang pemilu 2024. Seperti diketahui, masa tenang jelang pemilu dijadwalkan pada 11-13 Februari 2024.
“Mengingat minggu tenang Pemilu 2024, pawai liong dan barongsai ditiadakan,” kata Kho Tjiang Sang.
Meski tak ada gegap gempita Imlek, namun proses ibadah bagi umat Tionghoa tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Pada Jumat (9/2) kemarin, umat Tionghoa sudah melakukan sembahyang dan doa menjelang malam Imlek pada pukul 15.00 WIB. Setelahnya, kemudian disusul dengan ritual penyucian patung Dewa.
Ketiadaan pawai barongsai dan liong ini tentu dirasa dampaknya bagi masyarakat Bojonegoro, khususnya para penjaja dagangan atau pemilik lapak.
Salah satunya adalah Ida, penjual pernak-pernik Imlek yang mangkal di depan Kelenteng HSB. Jika biasanya ramai bersama rekan sejawatnya, tahun ini, Ida hanya sendirian dan sudah tiga hari di sana.
“Rutin setiap tahun (melapak dagangan) di depan kelenteng,” kata Ida.
***

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
