Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Oktober 2018 | 23.58 WIB

Tangkal Hoax, Santri Diminta Punya Medsos

HARI SANTRI: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat berceramah pada acara saresehan Hari Santri Nasional (HSN) ke-4 tahun 2018 di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (22/10). - Image

HARI SANTRI: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat berceramah pada acara saresehan Hari Santri Nasional (HSN) ke-4 tahun 2018 di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (22/10).

JawaPos.com - Bertebarnya berita bohong atau hoax dinilai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai suatu fenomena yang mengerikan. Dalam hal ini, Politikus PDIP itu beranggapan, semua pihak bisa berandil dalam memberantasnya. Termasuk santri yang gemar bermedsos.


Hal itu disampaikan Ganjar saat berceramah pada acara saresehan Hari Santri Nasional (HSN) ke-4 tahun 2018 di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (22/10). Di mana Ganjar mengatakan bahwa santri adalah barisan terdepan dalam upaya pemberantasan segala informasi bersifat menyesatkan.


Berita hoax saat ini sungguh luar biasa. Semua pihak termasuk santri harus ikut dalam memerangi berita-berita yang meresahkan masyarakat itu,” imbuhnya.


Pada momen itu juga, Ganjar tak lupa meminta perwakilan santri maju ke depan. Menanyakan, apakah mereka tahu bagaimana cara menangkal hoax. Dan adalah Dimas, santri asal Pondok Pesantren Al-Islah, Mangkang yang berkesempatan maju menjawab pertanyaan sang Gubernur. “Kalau informasinya melalui dunia maya bagaimana?” tanya Ganjar.


Dimas pun beranggapan bahwa santri di situasi macam ini dapat terjun ke tengah masyarakat guna meluruskan informasi palsu yang beredar. “Ya saya menangkalnya lewat dunia maya juga pak, saya juga punya media sosial dan sering ikut berkomentar untuk meluruskan jika ada informasi hoax,” jawabnya.


Mengetahu jawaban itu, Ganjar langsung mengacungkan dua jempolnya. Menurutnya, Dimas adalah salah satu contoh santri yang patut ditiru. Karena tak hanya mengaji tapi juga mampu mengamalkan ilmu yang didapat untuk kebaikan.


Santri juga harus punya medsos untuk menangkal informasi hoax di dunia maya. Jadi kalau punya medsos harus dimanfaatkan untuk berdakwah, misalnya menyebarkan informasi yang baik-baik, ikut meluruskan jika ada berita hoax dan sebagainya. Ini merupakan tantangan para santri semuanya saat ini,” tutup Ganjar.


Miftahul Huda, salah satu santri asal Ponpes Darul Hikmah Jepara, dalam hal ini menyatakan siap menjalankan apa yang diharapkan Ganjar tadi kepada para santri. Ia sendiri juga mengaku sudah memiliki akun media sosial yang sering ia manfaatkan untuk melawan maraknya informasi hoax.


“Saya juga sering memberikan motivasi kepada teman-teman baik di pondok maupun di sekolah, bahwa kita sekarang sudah besar, jadi sudah bisa mengetahui mana yang benar dan mana yang salah,” katanya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore