Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2023 | 04.10 WIB

Bandara Dhoho Kediri Diproyeksikan Layani Penerbangan Haji dan Umrah, Ini Persiapan yang Harus Dilakukan

Ilustrasi bangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri. - Image

Ilustrasi bangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri.

JawaPos.com–Bandara Internasional Dhoho Kediri diproyeksikan melayani penerbangan haji dan umrah. Namun ada yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sesuai syarat dari pihak Arab Saudi.

Bandara Dhoho Kediri yang akan melakukan soft opening pada Jumat (15/12), itu terus mengupayakan agar bisa digunakan juga untuk melayani penerbangan haji dan umrah ke Arab Saudi. Bandara Dhoho memiliki panjang runway 3.300 meter, sehingga mampu didarati pesawat berbadan besar.

Melansir dari laman berita.kediri.go.id, Senin (11/12), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkap, beberapa syarat untuk pelaksanaan penerbangan haji dan umrah sudah dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, masih dalam proses.

Dia menyebutkan, Bandara Dhoho ingin dijadikan sebagai tempat pemberangkatan jemaah ke Arab Saudi. Bandara tersebut perlu dibangun asrama haji dan rumah sakit terdekat. Dua itu, telah disyaratkan pihak Arab Saudi.

Kementerian Perhubungan minta dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan fasilitas penunjang seperti penginapan atau hotel di dekat bandara. Salah satu yang paling penting adalah keberadaan hotel bintang tiga hingga hotel bintang lima.

”Hotel bintang lima juga merupakan syarat dari maskapai penerbangan internasional,” ujar Hanindhito Himawan Pramana.

Selain itu, lanjut dia, diperlukan pembangunan terkait konektivitas antar wilayah untuk mendukung bandara agar bisa dijangkau dengan mudah. Terkait konektivitas antar wilayah, pembangunan jalan tol masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) melalui mekanisme kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Bandara Dhoho sendiri disebut sudah memiliki akses yang cukup untuk memberikan competitiveness (daya saing) dibandingkan dengan bandara-bandara lain,” ucap Hanindhito Himawan Pramana.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memberikan lampu hijau untuk layanan penerbangan umrah dan haji di Bandara Internasional Dhoho. Demi mewujudkannya, PT Surya Dhoho Investama (SDhI) diminta untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendukung (sarpras).

”Jawa Timur itu salah satu wilayah yang memiliki banyak jemaah haji dan umrah,” kata Budi, seperti yang dikutip dari Radar Kediri, Senin (11/12).

Namun, Sayangnya, hingga akhir tahun ini pelayanan haji dan umrah baru bisa dilakukan di Bandara Juanda, Surabaya. Saat ini, kementerian perhubungan masih berkoordinasi dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi terkait pelayanan penerbangan haji dan umrah. Jika izin tersebut sudah dikantongi, penerbangan untuk haji dan umrah baru bisa dilakukan dari Bandara Dhoho Kediri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore