
Ilustrasi bangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri.
JawaPos.com–Bandara Internasional Dhoho Kediri diproyeksikan melayani penerbangan haji dan umrah. Namun ada yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sesuai syarat dari pihak Arab Saudi.
Bandara Dhoho Kediri yang akan melakukan soft opening pada Jumat (15/12), itu terus mengupayakan agar bisa digunakan juga untuk melayani penerbangan haji dan umrah ke Arab Saudi. Bandara Dhoho memiliki panjang runway 3.300 meter, sehingga mampu didarati pesawat berbadan besar.
Melansir dari laman berita.kediri.go.id, Senin (11/12), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengungkap, beberapa syarat untuk pelaksanaan penerbangan haji dan umrah sudah dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, masih dalam proses.
Dia menyebutkan, Bandara Dhoho ingin dijadikan sebagai tempat pemberangkatan jemaah ke Arab Saudi. Bandara tersebut perlu dibangun asrama haji dan rumah sakit terdekat. Dua itu, telah disyaratkan pihak Arab Saudi.
Kementerian Perhubungan minta dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan fasilitas penunjang seperti penginapan atau hotel di dekat bandara. Salah satu yang paling penting adalah keberadaan hotel bintang tiga hingga hotel bintang lima.
”Hotel bintang lima juga merupakan syarat dari maskapai penerbangan internasional,” ujar Hanindhito Himawan Pramana.
Selain itu, lanjut dia, diperlukan pembangunan terkait konektivitas antar wilayah untuk mendukung bandara agar bisa dijangkau dengan mudah. Terkait konektivitas antar wilayah, pembangunan jalan tol masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) melalui mekanisme kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
”Bandara Dhoho sendiri disebut sudah memiliki akses yang cukup untuk memberikan competitiveness (daya saing) dibandingkan dengan bandara-bandara lain,” ucap Hanindhito Himawan Pramana.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memberikan lampu hijau untuk layanan penerbangan umrah dan haji di Bandara Internasional Dhoho. Demi mewujudkannya, PT Surya Dhoho Investama (SDhI) diminta untuk mempercepat pembangunan fasilitas pendukung (sarpras).
”Jawa Timur itu salah satu wilayah yang memiliki banyak jemaah haji dan umrah,” kata Budi, seperti yang dikutip dari Radar Kediri, Senin (11/12).
Namun, Sayangnya, hingga akhir tahun ini pelayanan haji dan umrah baru bisa dilakukan di Bandara Juanda, Surabaya. Saat ini, kementerian perhubungan masih berkoordinasi dengan General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi terkait pelayanan penerbangan haji dan umrah. Jika izin tersebut sudah dikantongi, penerbangan untuk haji dan umrah baru bisa dilakukan dari Bandara Dhoho Kediri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
