Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 02.30 WIB

Polda Jatim Siapkan Pasukan Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Akibat dari Perkiraan Curah Hujan Tinggi

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto. - Image

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Imam Sugianto.

JawaPos.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyiapkan pasukan melalui Apel Gelar Pasukan dan Peralatan di Mapolda setempat, pada Selasa (21/11). Persiapan tersebut sebagai antisipasi menghadapi bencana hidrometeorologi di provinsi tersebut.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs.Imam Sugianto,M.Si yang didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Farid Makruf dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy karyono

"Apel kesiapsiagaan bencana ini untuk konsolidasi dan koordinasi serta mengecek sarana, prasarana kesiapan kita dalam mengantisipasi dan menghadapi terjadinya bencana hidrometeorologi," jelas Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Imam Sugianto, dilansir dari laman resmi Bid Humas Polda Jatim.

Menurut Kapolda, apel dilaksanakan lebih awal karena di akhir bulan November 2023 sudah masuk tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Lebih lanjut, jenderal bintang dua polisi itu menyebut puncak peningkatan curah hujan tinggi diperkirakan akan berakhir pada bulan Februari.

"Berdasarkan informasi dari BMKG di November akhir ini intensitas curah hujan akan meningkat. Desember, Januari, puncaknya Februari. Peningkatan itu bisa terjadi antara 20 persen sampai 70 persen, semua itu karena dampak La Nina," ujar Imam.

Setelah diadakan apel siaga bencana, Polda Jatim bersama pemangku kepentingan akan segera berkoordinasi untuk menetapkan posko siaga bencana.

"Posko itu kami tempatkan dari seluruh elemen pemangku kepentingan terkait, terutama petugas yang akan ditunjuk bertugas di Posko memonitor situasi di luar sekaligus paralel manakala ada situasi kontijensi, mereka sudah siap," ucap Imam.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), untuk tahun lalu terdapat 153 kejadian bencana banjir di Jawa Timur ditambah lagi tanah longsor dan puting beliung.

Menurut Imam, hal tersebut akan menjadi atensi pihak TNI, Polri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengantisipasi dan menyiapkan diri dalam hal penanganannya.

"Ini yang betul-betul kita antisipasi, tapi mudah-mudahan dengan kesiapsiagaan, kewaspadaan lalu kita antisipasi sedini mungkin. Sehingga kita betul - betul bisa berinteraksi memberikan pemahaman sosialisasi kepada masyarakat, sehingga kita semua sudah siap manakala terjadi bencana," jelas Imam.

Selanjutnya, Imam mengungkapkan jika sejumlah wilayah yang perlu diwaspadai adalah wilayah yang rawan terjadi bencana. Wilayah tersebut yaitu wilayah pegunungan, wilayah aliran Sungai Brantas, wilayah yang mendekati garis pantai dan wilayah barat di Jawa Timur.

"Di wilayah rawan ini terutama wilayah yang dekat pegunungan, sama yang di sekitar aliran Sungai Brantas itu yang memang harus kita antisipasi betul," ujarnya

Polda Jatim bersama dengan pemangku kepentingan juga telah melakukan mitigasi bencana dan menyiapkan pola -pola penyelamatan warga jika sewaktu - waktu terjadi bencana.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore