
Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha melaksanakan kunjungan kerja reses.
JawaPos.com–Anggota DPD RI dapil Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha (ART), melalui kuasa hukumnya Amerullah SH, mengungkap rencana lama beberapa pihak tertentu yang diduga ingin menghabisi karir dan keselamatan kliennya.
Menurut Amerullah, isu dan citra negatif yang dialamatkan kepada senator Abdul Rachman Thaha (ART) beberapa waktu belakangan ini, diduga sengaja diciptakan dan di-blow up karena ada dalang di belakangnya. rangkaian kejadian beberapa hari terakhir, merupakan skenario lama.
”Ini sudah pernah dialami ART sekitar dua atau tiga tahun yang lalu,” ungkap Amerullah.
Pada 2020, lanjut dia, dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI, Abdul Rachman Thaha aktif turun ke masyarakat menyerap aspirasi. Apakah itu ilegal mining maupun ilegal logging. Upaya itu bertujuan membela kepentingan masyarakat dan daerah yang diwakilinya di tingkat nasional.
”Dampak tindakan yang dilakukan senator ART itulah, menyebabkan beberapa pihak merasa tidak nyaman, khususnya oknum yang terlibat dalam kegiatan ilegal. Apakah itu ilegal mining maupun ilegal logging, atau bisnis ilegal lain. Mereka merasa mata pencariannya diganggu oleh ART,” papar Amerullah.
Amerullah menjelaskan, hal itu dibuktikan dengan adanya berbagai upaya untuk meredam tindakan advokasi ART terhadap praktik-praktik ilegal di wilayah Sulawesi Tengah tersebut.
”Pada 2021 puncaknya. Klien kami di forum RDP bersama Kapolri mengungkapkan hal yang dialaminya. Kapolri kaget ada skenario untuk menghabisi karir dan bahkan keselamatan ART,” kata Amerullah.
Tahun ini menurut dia, para pihak itu kembali melakukan perencanaan pembunuhan karakter terhadap senator ART. Itu untuk melemahkan posisi politik ART sebagai anggota DPD RI di mata masyarakat Sulawesi Tengah.
”Ya saat ART melakukan reses ke Buol dan Morowali, antara Juli-Oktober, mereka melakukan pertemuan di suatu tempat. Mereka membahas rencana membungkam ART. Salah satu isu yang digulirkan adalah isu pencurian mobil. ART dilaporkan ke polisi mencuri mobil. Informasinya kemudian disebarkan ke media-media sosial. Ada by desain character assassination kepada ART,” papar Amerullah.
Dia menambahkan, masalah itu tak boleh dibiarkan. Polri harus menyelidiki lebih lanjut, isu terkait keamanan dan integritas anggota DPD RI.
”Keselamatan dan keberlanjutan tugas mereka harus dijamin dalam menjalankan mandat yang diberikan masyarakat,” ucap Amerullah.
Meski diterpa sejumlah isu, anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat dan daerah yang diwakili. Upaya atau niat kurang baik dari pihak tertentu, diyakini tidak akan memengaruhinya dalam melindungi kepentingan masyarakat.
”Ini risiko pilihan saya. Saya akan berjuang untuk masyarakat khususnya rakyat Sulawesi Tengah,” tutur Abdul Rachman Thaha.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
