Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 April 2021 | 10.29 WIB

Satgas Covid-19 Balikpapan Waspadai Awak Kapal dari India dan Tiongkok

Kapal-kapal di Teluk Balikpapan. Awak kapal yang turun ke darat diperiksa ketat untuk mencegah penularan Covid-19. Novi Abdi/Antara - Image

Kapal-kapal di Teluk Balikpapan. Awak kapal yang turun ke darat diperiksa ketat untuk mencegah penularan Covid-19. Novi Abdi/Antara

JawaPos.com–Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan meningkatkan kewaspadaan di Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Hal itu terkait kedatangan kapal dari India dan Tiongkok setelah ditemukannya enam warga India yang terpapar Covid-19 di Kota Samarinda.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Wali Kota Balikpapan Rizal Effedi mengatakan, awak kapal dari India dan Tiongkok yang paling diwaspadai terutama awak kapal pengangkut batu bara. Apalagi, di India saat ini kasus Covid-19 kembali merebak yang membuat ribuan orang terpapar.

”Batu bara kita kan diekspor ke India, juga Tiongkok. Satu cara mengangkutnya mereka kirim kapalnya ke sini untuk mengangkut batu bara. Nah itu yang kita waspadai,” ujar Rizal seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, pemuatan batu bara ke kapal dari stockpile bisa memakan waktu beberapa hari. Sementara itu, awak kapal biasanya turun ke darat.

Menurut Wali Kota Rizal, Satgas Covid-19 Balikpapan bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) benar-benar mewaspadai hal tersebut.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II A Samarinda Solihin mengonfirmasi ada enam warga India kini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Samarinda. Sebab, mereka positif terpapar Covid-19. Para anak buah kapal (ABK) India itu diketahui terpapar setelah satu ABK mengeluh sakit yang segera diperiksa tim KKP.

”Hasil swab positif dan segera kami tracing pada yang lain. Ternyata lima yang lain juga positif,” terang Solihin.

Mengetahui hal itu, keenamnya segera diungsikan ke darat dan menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit. Untuk sementara, pemuatan batu bara ke kapal kargo curah itu juga dihentikan sampai kapal dinyatakan aman kembali.

Sementara itu, pemerintah pusat melarang aktivitas mudik, demikian juga Pemkot Balikpapan. Pelabuhan Semayang dan Bandara Sepinggan adalah dua pintu keluar untuk mudik yang biasanya mulai ramai sejak 2 pekan sebelum Idul Fitri dan puncaknya pada tiga atau dua hari sebelum Idul Fitri.

”Tapi tahun ini, sebagaimana juga tahun lalu, kami melarang masyarakat mudik agar tidak terjadi ledakan penularan kasus Covid-19 ini,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=yDjZm-gDs6M

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore