Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Februari 2021 | 04.01 WIB

PT Barokah Bantah Tiga Orang Korban Kapal Meledak Karyawannya

Kuasa hukum PT Barokah Perkasa Agus Amri. Arumanto/Antara - Image

Kuasa hukum PT Barokah Perkasa Agus Amri. Arumanto/Antara

JawaPos.com–Perwakilan PT Barokah Perkasa membantah tiga orang yang teridentifikasi kepolisian sebagai korban meledaknya kapal Oil Bas Gemilang Perkasa Energi, merupakan karyawannya. Peristiwa ledakan dan kebakaran kapal itu terjadi di areal Galangan PT Barokah Galangan Perkasa di Pulau Atas, Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa hari lalu.

Kuasa Hukum PT Barokah Perkasa Agus Amri SH menjelaskan, tiga orang tersebut merupakan pekerja CV Bahtera Marine selaku kontraktor atau vendor pengerjaan perbaikan kapal.

”Tidak benar saat terjadi insiden tersebut kapal dalam keadaan bermuatan minyak. Sebab, kapal sedang dalam proses perbaikan (docking) yang dilaksanakan dan menjadi tanggung jawab CV Bahtera Marine sebagai kontraktor (vendor),” kata Agus Amri seperti dilansir dari Antara di Samarinda, Senin (15/2).


Namun demikian, lanjut Agus, manajemen PT Barokah Perkasa telah memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral kepada keluarga korban dalam insiden tersebut.

”Kami telah memberikan santunan kepada keluarga korban, terkait besarannya tidak etis disebutkan,” tutur Agus.

Agus menambahkan, politikus Rudi Mas'ud, saat ini, sudah tidak ada sangkut pautnya dengan PT Barokah Perkasa.

”Sejak 2018, Rudi Mas'ud sudah tidak lagi terlibat dalam manajemen perusahaan PT Barokah Perkasa,” terang Agus.

Dia mengimbau kepada semua pihak agar dapat menahan diri untuk tidak berspekulasi dengan membuat kesimpulan sendiri atas peristiwa tersebut.

”Semua pihak harus menghormati proses investigasi menyeluruh yang saat ini sedang dilaksanakan pihak yang berwenang,” jelas Agus Amri.

Sebelumnya Polresta Samarinda menyatakan, ada tiga korban tewas dan satu orang luka ringan dalam peristiwa meledaknya Kapal Oil Bas Gemilang Perkasa Energi di areal galangan PT Barokah Perkasa, Pulau Atas, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (11/2).

Kasubaghumas Polresta Samarinda AKP Annisa Prastiwi menjelaskan, tiga orang meninggal dunia tersebut, yakni Suwardi, 37; Gunawi, 52; dan Tumiran Murcholis, 58.

”Ketiga jasad korban sudah ditemukan tim SAR gabungan di perairan Sungai Mahakam. Korban terakhir ditemukan yakni Tumiran pada Minggu (14/2) siang di perairan Sungai Tembolo Tambora, Desa Muara Pantauan, Kukar,” kata Annisa di Samarinda, Minggu (14/2).

Dia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi Kamis (11/2) sekitar pukul 14.30 wita. Satu unit kapal pengangkut bahan bakar minyak di galangan PT Barokah Perkasa, Pulau Atas, Sambutan, Samarinda, terbakar dan meledak. Kapal yang terbakar tersebut adalah Kapal Oil Bas GPE (Gemilang Perkasa Energi) milik PT Barokah Perkasa Samarinda.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/4aSa3gs_Vzk

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore