Puluhan warga dampak kebakaran masih mengungsi di balai RW 10 Kelurahan Putat Jaya, Sawahan, Surabaya.
JawaPos.com - Puluhan warga yang rumahnya terbakar di Jalan Kupang Gunung Tembusan I, mengungsi di Balai RW 10, Kelurahan Putat Jaya, Sawahan, Kota Surabaya.
Puluhan pengungsi tersebut terdiri dari balita, lansia, remaja dan dewasa. Mereka sebelumnya tinggal di enam rumah yang terbakar pada Jumat (22/9) sore.
Lurah Putat Jaya, Bryan Ibnu Maskuwaih mengatakan total warga yang mengungsi ada 33 orang. Sedangkan bangunan yang terbakar terdapat enam rumah. Dua bangunan rusak atapnya dan empat rusak total.
"Warga mengungsi setelah kejadian. Terdata awal 42 jiwa tapi sebagian sudah diambil keluarganya, terakhir 33 orang," ungkapnya, Minggu (24/9).
Terkait rencana relokasi ke tempat lain, pihaknya belum ada rencana melakukannya. Sedangkan para warga yang terdampak masih berada di pengungsian menunggu rumah mereka diperbaiki dan dibangun kembali.
"Pasca kejadian, kita prioritas kepada warga. Karena ada dewasa, lansia, balita, maka kita sediakan tempat yang nyaman, sambil menunggu perbaikan," tambahnya.
Selain itu para pengungsi kebakaran juga mendapatkan pendampingan tim medis dari Puskesmas Putat Jaya. Petugas juga membantu melakukan pendampingan lewat psikolog untuk mengatasi trauma para pengungsi.
Sementara itu, Kapolsek Sawahan Kompol Eko Cipto Mangko mengungkapkan, untuk M, salah seorang warga yang membakar sisa ranting bambu dan menyebabkan terjadinya kebakaran enam rumah, telah diperiksa.
"Sudah diperiksa. Namun dari pihak pemilik rumah-rumah yang terbakar tidak ingin melanjutkan proses hukumnya," ujar Kompol Eko.
Diberitakan sebelumnya, enam rumah warga di permukiman padat penduduk Jalan Kupang Gunung Tembusan I, Kelurahan Putat Jaya, Sawahan Surabaya terbakar, Jumat (22/9) siang.
Akibat kebakaran tersebut, enam rumah hangus. Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam insiden tersebut. Namun hal itu membuat penghuni shock dan beberapa tetangga panik.
Salah satu penghuni rumah, Faisal, mengetahui kebakaran setelah dibangunkan neneknya sekitar pukul 13.30 WIB.
"Enam rumah yang terbakar. Posisi saya lagi tidur dibangunin nenek, terus keluar. Buru-buru selamatin barang," ungkapnya, Jumat (22/9).
Dia menjelaskan, api saat itu sudah membakar rumah. Warga berupaya memadamkan api.
Namun, tiupan angin yang kencang membuat kobaran semakin besar dan cepat merembet ke bangunan lain.
"Di belakang rumah ada pohon bambu, jadi biasa ada yang bakar-bakar ranting. Kemudian merembet bakar rumah," ucapnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Dedik Irianto menyatakan, sebanyak 18 unit truk pemadam diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api yang membakar rumah.
Petugas sempat terkendala akses ke lokasi kebakaran karena pemukiman tersebut di dalam gang kecil.
Petugas PMK kemudian menggunakan selang disambung. Menurut Dedik, saat tiba, api sudah membakar tiga rumah.
Kejadian kebakaran berawal saat seorang penghuni rumah membakar rumpun bambu atau dedaunan bambu sisa perantingan di belakang salah satu rumah warga. Api lalu kena tiupan angin sehingga membesar dan merembet ke rumah.
Dedik menyebut, akibat kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa dan luka. Petugas berhasil memadamkan api pokok pukul 14.12 dan dilanjutkan pembasahan.
Sementara untuk penghuni rumah yang terdampak, sementara ini ditampung di balai RW dan rumah saudara mereka.