
Bukit Teletubbies Gunung Bromo.
PASCA kebakaran yang dipicu suar pemotretan pranikah, area TNBTS belum pulih seutuhnya. Namun, kunjungan wisata memulih. Pelancong dalam dan luar negeri justru penasaran ingin melihat area yang hangus dilalap api. Pelan-pelan, wisata Bromo kembali ramai.
Saat Jawa Pos berkunjung ke TNBTS pada Jumat (22/9), semua pintu dan titik wisata sudah dibuka. Turis juga hampir merata di semua titik wisata. "Tapi, memang terutama di area Bukit Teletubbies ini yang bikin orang penasaran. Meskipun banyak yang kebakar, titik apinya malah bikin orang-orang penasaran,” jelas Senewo, salah seorang petugas TNBTS yang menemani Jawa Pos berkeliling.
Titik api pertama dari insiden suar pemotretan pranikah tersebut muncul di sekitar tugu bertulisan Bukit Teletubbies. Menurut Kepala Resor Trisula Erta, ketika itu api menjalar dengan sangat cepat karena angin sedang bertiup kencang. "Sebelumnya, sisi yang seberang sana juga sempet terbakar. Tapi, untungnya bisa teratasi dengan cepat karena waktu itu anginnya nggak kayak yang pas insiden di sisi ini,” terangnya.
Dia mengatakan bahwa ada area TNBTS yang terbakar sekitar akhir Agustus. Itu terjadi sebelum insiden suar yang membumihanguskan area seluas 504 hektare. "Itu kejadiannya malem. Kayak sekitar jam 11 gitu,” cerita Erta.
DULU TAK BEGINI: Asri (kiri) dan Indra berswafoto di area Bukit Teletubbies yang kering dan hangus pada Jumat (22/9) sore lalu.
Pihaknya mendapatkan informasi tentang kebakaran itu dari warga yang melintas. Menindaklanjuti laporan, pengelola langsung berkoordinasi untuk memadamkan api. Penyebab kebakaran tidak diketahui, tapi api berhasil dijinakkan sebelum merembet ke area yang lebih luas.
Erta mengatakan bahwa kebakaran akibat suar relatif lebih susah dipadamkan bukan hanya karena faktor angin. Melainkan, juga jenis vegetasinya. ’’Soalnya, rumputnya jenis genggeng. Meski kena air, baranya itu masih ada. Jadi nggak bisa langsung mati meskipun sudah kena air,” terangnya.
Insiden suar yang memicu kebakaran hebat menjadi pelajaran sangat berharga bagi TNBTS. Kini untuk mengantisipasi kejadian yang sama, pihak pengelola menerapkan pengecekan lebih ketat di area pintu masuk. Mulai verifikasi booking online sampai memberikan pertanyaan tentang aktivitas wisata para pengunjung.
Pertanyaan-pertanyaan di pintu masuk bertujuan untuk memastikan bahwa aktivitas wisatawan di area TNBTS aman untuk alam dan pengunjung yang lain. Namun, Erta menegaskan bahwa pengetatan pengecekan tidak sampai pada penggeledahan barang.
Verifikasi booking online menjadi penting karena tiap titik wisata di TNBTS punya kuota yang berbeda-beda. Selama ini, pihak pengelola selalu berusaha untuk tidak melanggar ketetapan, terutama membiarkan titik wisata kelebihan kuota. Sebab, keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas. (ama/c6/hep)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
