Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 September 2023 | 04.19 WIB

21 Kecamatan di Daerah Istimewa Jogjakarta Berstatus Awas Kekeringan

Ilustrasi kekeringan di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. - Image

Ilustrasi kekeringan di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta.

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini bahwa 21 wilayah kecamatan di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta statusnya awas mengalami kekeringan meteorologis.

Menurut siaran pers Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta berdasar hasil pemantauan curah hujan hingga 10 September wilayah berstatus awas kekeringan. Di antaranya Kecamatan Banguntapan, Bantul, Dlingo, Imogiri, Kasihan, Pundong, Sedayu, dan Sewon di Kabupaten Bantul.

Kecamatan Gedangsari, Girisubo, Karangmojo, Ngawen, Playen, Ponjong, dan Wonosari di Kabupaten Gunungkidul. Selain itu, Kecamatan Berbah, Cangkringan, Depok, Gamping, Kalasan, dan Sleman di Kabupaten Sleman juga berstatus awas kekeringan.

”Wilayah yang berstatus awas tersebut mengalami hari tanpa hujan lebih dari 61 hari dengan prakiraan curah hujan rendah di bawah 20 mm per dasarian,” kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas seperti dilansir dari Antara.

”Masyarakat serta pemerintah daerah setempat yang berada dalam wilayah peringatan dini untuk mengantisipasi dampak kekeringan meteorologis ini,” tambah dia.

Reni Kraningtyas menjelaskan, peringatan dini kekeringan meteorologis disampaikan berdasar berkurangnya curah hujan dari keadaan normal dalam jangka waktu yang panjang, mulai dari kurun bulanan. Berdasar pantauan penurunan curah hujan, BMKG juga memetakan wilayah-wilayah yang statusnya siaga dan waspada kekeringan. 

Wilayah yang tergolong berstatus siaga kekeringan karena mengalami hari tanpa hujan lebih dari 31 hari meliputi Kecamatan Nglipar, Semin, dan Tepus di Kabupaten Gunungkidul; Kecamatan Girimulyo di Kabupaten Kulon Progo; serta Kecamatan Ngemplak, Pakem, dan Turi di Kabupaten Sleman.

Selain itu, ada 23 kecamatan yang berstatus waspada kekeringan karena mengalami hari tanpa hujan lebih dari 21 hari dengan prakiraan curah hujan rendah, di bawah 20 mm per dasarian (sepuluh hari). Wilayah yang statusnya waspada kekeringan yakni Kecamatan Bambanglipuro, Kretek, Pandak, dan Piyungan di Kabupaten Bantul; Kecamatan Galur, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Samigaluh, Sentolo, dan Watesdi, Kabupaten Kulon Progo; serta Kecamatan Minggir, Moyudan, Prambanan, Seyegan, di Kabupaten Sleman.

Reni mengimbau warga yang tinggal di daerah berstatus awas, siaga, maupun waspada kekeringan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan terjadi penyusutan air tanah serta kebakaran hutan dan lahan.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Daerah Istimewa Jogjakarta Noviar Rahmad sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan bantuan air bersih untuk warga. Menurut dia, Dinas Sosial sudah menyediakan bantuan air bersih sebanyak 236 tangki yang masing-masing empat ribu liter untuk membantu warga.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore