Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Desember 2016 | 01.47 WIB

Dihabisi Teman Kencan di Hotel, Perempuan Cantik itu hanya Kenakan…

EVAKUASI. Polisi membawa mayat wanita tanpa identitas ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Rabu (28/12). - Image

EVAKUASI. Polisi membawa mayat wanita tanpa identitas ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar, Rabu (28/12).

JawaPos.com - Penemuan mayat perempuan tanpa identitas di Hotel Benua Mas, Jalan 28 Oktober, Siantan Hulu, Pontianak Utara, Kalimantan Barat, Rabu (28/12) petang begitu menggemparkan. Diduga kuat, perempuan itu dibunuh oleh teman kencannya.



Jasad pertama kali ditemukan oleh room boy hotel tersebut, Yanto, sekitar pukul 17.45. Saat itu, Yanto hendak membersihkan kamar usai dipakai korban dan teman kencannya. 



"Saya melihat mobil orang yang sewa kamar itu keluar dari hotel. Nah, seperti biasa, selesai kamar dipakai harus dibersihkan. Tapi ketika mau masuk kamar, kok banyak darah di lantai," tuturnya di tempat kejadian perkara (TKP).



Yanto sempat membuka pintu samping hotel untuk mengecek apa yang terjadi di dalam kamar. "Lihat ada mayat, saya langsung melapor ke Polsek Pontianak Utara," ujarnya.



Kolega Yanto, Zainudin, 52, adalah room boy yang pertama yang mengantarkan korban dan seorang pria yang diduga teman kencannya ke kamar Blok A5, Hotel Benua Mas. 



"Waktu dia keluar sendirian. Umurnya sekitar 20-30 tahun," ungkapnya.



Mayat perempuan itu tewas dengan posisi telungkup. Wajahnya lebam, kepala benjol, dan ditemukan sayatan di pergelangan tangan kanan. Dan, hanya mengenakan baju dan bra hitam tanpa celana. 



"Di dalam kamar, kami temukan satu pisau dapur. Korban tidak ada identitas seperti HP atau KTP," urai Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawesean.



Sejak datang ke TKP, polisi memang langsung melakukan penutupan hotel. Kamar A5 telah di-police line. 



"Kami mengamankan lima saksi. Diantaranya tiga karyawan hotel. Mereka dibawa ke kantor untuk diperiksa. Pelaku masih diburu," terang Andi.



Sambil mengidentifikasi korban, ia menyatakan pihaknya tengah mencari mobil Toyota Avanza KB 1747 SG berwarna putih yang digunakan pelaku. "Mobil yang digunakan pelaku sudah tiga kali pindah tangan. Jadi kita kesulitan untuk mencari si pemilik atau pengemudinya. Ini dikarenakan, pihak hotel tidak meminta identitas pelaku sewaktu menyewa kamar," bebernya.



Polresta Pontianak akan bekerja sama dengan Polsek Pontianak Utara untuk mengungkap kasus dan identitas korban yang sekitar pukul 20.00 dibawa ke Rumah Sakit Anton Sudjarwo. "Untuk mencari penyebab kematian," jelas Andi. 



Ia sempat memberikan peringatan kepada Manajer Hotel Benua Mas. "Malam ini hotel ditutup dulu, jangan terima tamu. Besok, kalau mau operasional, kamar ini jangan disewakan. Kami masih melakukan olah TKP," tuturnya. Sang Manajer Hotel yang enggan menyebutkan namanya lantas menganggukkan kepala.



Peringatan tersebut disampaikan Andi karena dia menyesalkan pengelola Hotel Benua Mas bertindak tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) layaknya hotel-hotel lain yang ada di Kota Pontianak. "Hotel seharusnya memeriksa identitas penyewa kamar seperti KTP dan sebagainya. Ini main terima duit saja. Orang datang ke hotel, penjaga langsung datang terima duit dan membukakan kamar," sesalnya.



Ia menyebut, pengelola hotel sudah punya pengalaman dengan kasus pembunuhan. “Dulu sudah pernah terjadi pembunuhan juga di situ. Hotel ini akan kami laporkan ke PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia)," tegas Andi.

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore