
ilustrasi
JawaPos.com CIREBON – Setelah dua tahun terhenti, Kejaksaan Agung kembali membuka kasus dugaan korupsi pada Program Pendanaan Kompetisi (PPK) Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Cirebon, Jawa Barat, tahun 2006-2007.
Kejagung melalui Satgas Antikorupsi kembali bergerak memeriksa sejumlah birokrat dan mantan birokrat yang diindikasi terlibat dalam program itu.
Anggaran yang digelontorkan Pemprov Jabar selama dua tahun (2006-2007) era Gubernur Danny Setiawan sekitar Rp 55 miliar, disinyalir merugikan keuangan negara sebesar Rp 22 miliar.
Menurut mantan pejabat eselon III di lingkungan Pemkot Cirebon yang enggan menyebutkan identitasnya kepada Radar (Jawa Pos Group), kejanggalan dari implementasi program PPK IPM di Kota Cirebon saat itu seperti pengadaan sapi bunting yang diduga di-mark up.
“Pengadaan sapi per ekor saat itu harganya mencapai Rp24 juta per ekor. Padahal harga pasarannya saat itu hanya Rp6 juta,” ujar mantan pejabat itu, Selasa (18/8). (abd/jpg)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
