Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2015 | 03.30 WIB

Bahan Makanan Menipis, Korban Tolikara Butuh Suntikan Dana Segar

Panitia Muktamar Muhammadiyah ke 47 saat menghitung uang hasil sumbangan sukarela pada rapat pleno untuk korban Tolikara dI Universitas Muhammadiyah Makasar, Selasa (4/8). Total sumbangan sukarela mencapai tujuh puluh juta seratus limapuluh satu ribu. Fot - Image

Panitia Muktamar Muhammadiyah ke 47 saat menghitung uang hasil sumbangan sukarela pada rapat pleno untuk korban Tolikara dI Universitas Muhammadiyah Makasar, Selasa (4/8). Total sumbangan sukarela mencapai tujuh puluh juta seratus limapuluh satu ribu. Fot

JAKARTA - Korban peristiwa Tolikara yang kehilangan tempat tinggal mengharapkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Kapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw mengungkapkan, pihaknya mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera memberikan bantuan dana bagi para korban insiden yang terjadi pada 17 Juli lalu.‎



"Kemarin komunikasi dengan mereka perlu bahan makan dan dana segar, itu belum ada," kata Paulus saat ditemui di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Rabu (12/8).‎



Dana tersebut, lanjut dia, akan digunakan para korban untuk kebutuhan hidup sehari-hari sambil menunggu pembangunan rumah dan kios selesai. Selama ini,‎ bantuan yang diberikan untuk para pengungsi tersebut mulai menipis. "Mereka belum dikasih dana segar, cuma (diberikan) bahan makanan," ujarnya.‎

 



‎Sementara itu, tokoh masyarakat yang mewakili umat islam dan umat kristen di Tolikara, Papua, sepakat untuk menyelesaikan konflik tersebut secara adat.‎ Kedua umat itu sepakat saling memaafkan. Paulus membantah bahwa kasus penyerangan terhadap umat muslim tersebut dihentikan. Menurut dia, kesepakatan damai memang telah dilakukan kedua belah pihak. Namun, kepolisian tetap melakukan penindakan kepada mereka yang melanggar hukum. "Kesepakatan damai itu langkah awal agar suasana kembali normal. Tapi, upaya penegakan hukum tetap ditindak tegas," terang perwira tinggi bintang satu itu.



Pihaknya juga masih menahan dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni, HK dan JW. Penyidik juga masih memeriksa sejumlah saksi yang terlibat peristiwa Tolikara, termasuk Presiden GIDI Pendeta Dorman Wandikbo.



Seperti diketahui insiden Tolikara ini mengundang perhatian banyak pihak. Beberapa elemen masyarakat juga menyampaikan bentuk keprihatinan mereka dan mengumpulkan sumbangan untuk para korban, misalnya saat Muktamar Muhammadiyah di Makassar beberapa waktu lalu.(Fadhil Al Birra)

Editor: Arwan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore